digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN - Moch. Agis Habibi Rohman
Terbatas  Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan

Keausan erosif (erosive wear) merupakan salah satu mekanisme degradasi permukaan yang membatasi umur pakai komponen impeller water pump berbahan paduan aluminium ringan pada sistem pendingin mesin otomotif akibat tumbukan partikel padat tersuspensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik ketahanan keausan erosif paduan aluminium A356-T6 menggunakan metode air jet erosion yang mengacu pada standar ASTM G76. Metodologi penelitian meliputi proses perlakuan panas T6 (solution treatment 540°C 12 jam, water quenching, dan artificial aging 150°C 4 jam), verifikasi komposisi kimia (OES), uji kekerasan Brinell, serta pengujian erosi menggunakan partikel abrasif alumina (Al2O3, 19 ????m) dengan durasi konstan 5 menit. Pengujian erosi dirancang dalam dua tahap, yaitu pengujian tahap satu berbasis desain eksperimen faktorial penuh (23 Full Factorial Design) untuk mengidentifikasi signifikansi parameter utama dan interaksi, serta pengujian tahap dua untuk mengevaluasi pengaruh variasi parameter tunggal melalui analisis varians (One-Way ANOVA), uji lanjut Tukey HSD, dan karakterisasi makroskopis menggunakan mikroskop stereo. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan panas T6 berhasil meningkatkan nilai kekerasan rata-rata material sebesar 60,76%, dari 53,33 HBW (as-cast) menjadi 85,73 HBW. Pada pengujian tahap satu, analisis ANOVA membuktikan bahwa tekanan udara kerja merupakan parameter yang paling berpengaruh signifikan terhadap kehilangan massa spesimen (p-value < 0,05). Pada pengujian tahap dua, peningkatan tekanan udara menghasilkan kenaikan kehilangan massa yang mencapai rata-rata 8,90 mg pada tekanan 2 kg/cm2, sedangkan variasi discharge rate (5–20 Hz) tidak memberikan pengaruh yang signifikan secara statistik (p = 0,064 > 0,05) akibat terjadinya efek interferensi antar-partikel. Pengujian variasi sudut serang memperlihatkan kehilangan massa maksimum terjadi pada sudut rendah 15° (6,17 mg) dan menurun secara bertahap hingga 0,27 mg pada sudut 90°, yang mengonfirmasi karakteristik keausan material ulet dengan mekanisme dominan berupa micro-cutting dan micro-ploughing.