digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Energi memegang peran penting dalam kehidupan manusia, dan saat ini penggunaannya masih didominasi oleh bahan bakar fosil, terutama batu bara di Asia (Energy Institute, 2024). Namun, ketergantungan ini berkontribusi signifikan terhadap pemanasan global (IPCC, 2014), sehingga perjanjian Paris 2015 mendorong transisi menuju energi terbarukan (United Nations, 2015). Dalam masa transisi ini, gas alam dianggap sebagai alternatif yang lebih bersih dan efisien dibandingkan batu bara (Mohammad dkk., 2021). Konsumsi gas alam terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia yang menargetkan porsi gas bumi sebesar 24% dalam bauran energi nasional 2050 (PERPRES No. 22, 2017). Pembangunan infrastruktur gas, terutama jaringan pipa, menjadi krusial. Desain pipa transisi umumnya didasarkan pada kajian kelayakan awal yang mengacu pada pola suplai dan permintaan tertentu. Namun, dinamika kebutuhan industri dan lokasi suplai sumber gas yang berubah dapat menyimpang dari prediksi awal. Salah satu alternatif untuk menyesuaikan kondisi tersebut adalah memodifikasi operasi pipa existing, seperti pembalikan arah aliran. Berbagai kasus pembalikan arah pipa telah dilakukan, seperti Longhorn dan Enbridge Line 9, namun PHMSA menegaskan bahwa pembalikan arah aliran berpotensi memengaruhi operasi, pemeliharaan, dan managemen integritas sistem pipeline. Meskipun terdapat beberapa studi yang membahwas optimasi pembalikan arah, kajian mengenai aspek teknis dan identifikasi peralatan yang terdampak masih terbatas. Oleh karena itu, studi ini mengkaji pembalikan arah aliran pada pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (CISEM) melalui evaluasi kondisi operasi existing, simulasi pembalikan arah, identifikasi dampak teknis, serta penyusunan prosedur pembalikan arah. Hasil dari analisis pembalikan arah menunjukkan bahwa pembalikan aliran dapat dilakukan dengan kebutuhan tekanan suplai di Cilamaya sebesar 639 psig. Penyaluran berpotensi ditingkatkan hingga 130 MMSCFD. Implikasi dari pembalihan arah tersebut memerlukan penambahan peralatan pig launcher, pig receiver, valve, serta modifikasi pipa. Prosedur yang diusulkan mencakup tahapan utama seperti studi kelayakan, pra-shutdown, shutdown, dan periode optimasi operasi normal dengan arah aliran baru.