digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Dokumen Asli
PUBLIC Open In Flipbook Dede Bagja Sembada

Beban nonlinier berbasis penyearah pada sistem satu fasa menyebabkan distorsi harmonisa arus yang menurunkan kualitas daya, meningkatkan rugi-rugi sistem, serta mempercepat degradasi peralatan listrik. Penelitian ini merancang dan mengevaluasi kinerja Shunt Active Power Filter (SAPF) berbasis metode kesetaraan daya untuk menghasilkan arus sumber yang sinusoidal dan sefasa dengan tegangan melalui injeksi arus kompensasi. Metode kesetaraan daya digunakan untuk membangkitkan arus referensi dengan pendekatan yang lebih sederhana, karena hanya memerlukan estimasi daya aktif rata-rata untuk menentukan amplitudo arus kompensasi tanpa transformasi koordinat. Sistem SAPF direalisasikan menggunakan inverter H-bridge bertipe Voltage Source Inverter (VSI) dan dikendalikan dengan Hysteresis Current Control (HCC) agar arus injeksi mampu mengikuti arus referensi secara cepat dan presisi. Evaluasi dilakukan melalui simulasi dan pengujian prototipe pada sistem satu fasa 110 V, 50 Hz dengan beban nonlinier, serta pengembangan ke sistem tiga fasa empat kawat. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi tanpa SAPF, THD arus sumber mencapai 18,35% dan menurun menjadi 5,78% setelah SAPF diaktifkan, serta 1,80% pada kondisi beban bervariasi dengan faktor daya meningkat hingga 1,00. Pada sistem tiga fasa empat kawat, THD arus sumber turun menjadi 2,33% sampai dengan 2,41% dengan arus netral mendekati nol dan faktor daya 1,00 pada setiap fasa. Pengujian prototipe memverifikasi hasil simulasi, di mana arus sumber setelah kompensasi menjadi sinusoidal dan sefasa dengan tegangan, sedangkan arus beban tetap nonlinier. Hasil ini membuktikan bahwa SAPF berbasis metode kesetaraan daya efektif, adaptif, dan valid secara eksperimental untuk peningkatan kualitas daya pada sistem tegangan rendah.