BAB 1 Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Thalia Anggreini
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Resti Andriani
» Gedung UPT Perpustakaan
Zirkonium merupakan logam transisi bernilai tinggi dengan kekuatan mekanik,
ketahanan korosi, dan stabilitas kimia yang baik sehingga banyak digunakan pada
industri berteknologi tinggi, terutama sektor nuklir karena penampang serapan
neutron yang rendah. Kebutuhan globalnya terus meningkat seiring transisi menuju
energi rendah karbon, namun proses produksi konvensional melalui Proses Kroll
masih memiliki keterbatasan seperti tahapan kompleks, konsumsi energi tinggi, dan
dampak lingkungan akibat penggunaan gas Cl2 sehingga mendorong
pengembangan metode alternatif yang lebih efisien seperti Hydrogen Plasma
Smelting Reduction (HPSR). Penelitian ini mengkaji reduksi serbuk zirkonia
melalui kombinasi reduksi karbotermik dan plasma hidrogen, serta pengaruh durasi
peleburan dan variasi stoikiometri grafit terhadap karakteristik briket ZrO2 hasil
reduksi menggunakan SEM-EDS dan EPMA, untuk memberikan dasar pemahaman
eksperimental dan termodinamika terhadap penerapan kombinasi reduksi
karbotermik dan plasma hidrogen sebagai metode alternatif ekstraksi zirkonium.
Serangkaian percobaan dilakukan bersamaan dengan simulasi termodinamika
menggunakan perangkat lunak FactSage™ 8.4 untuk menganalisis kestabilan fasa
serta kemungkinan jalur reaksi pada proses reduksi zirkonia dalam atmosfer
hidrogen dengan penambahan karbon. Serbuk zirkonia dikarakterisasi
menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) untuk identifikasi fasa, kemudian
dikompaksi menjadi briket bermassa 0,5 gram dengan penambahan binder pati
sebesar 2 %brt serta variasi penambahan grafit berdasarkan stoikiometri reaksi.
Briket selanjutnya direduksi dalam reaktor plasma hidrogen dengan variasi
stoikiometri grafit dan durasi peleburan selama 4-12 menit. Setelah proses reduksi,
dilakukan analisis komposisi kimia dan morfologi sampel menggunakan SEM-EDS
dan EPMA untuk mengevaluasi hasil reduksi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan durasi peleburan dari 4 hingga 8
menit pada kondisi 1,5 stoikiometri karbon menghasilkan kondisi paling optimal
pada bagian oksida yang lebih tereduksi, dengan kadar Zr tertinggi sebesar 94,87%,
kadar O terendah sebesar 0,91%, dan kadar C sebesar 2,82% berdasarkan analisis
EPMA. Sementara itu, peningkatan penambahan grafit dari 0 hingga 1,5
stoikiometri secara konsisten meningkatkan kadar Zr dari 86,08% menjadi 93,13%,
disertai penurunan kadar O dari 8,24% menjadi 1,45%. Kadar C yang berada pada
kisaran 3,72-4,17% menunjukkan bahwa karbon masih tersisa dalam hasil reduksi
dan berperan sebagai reduktor, namun juga berpotensi membentuk fasa karbida.
Kondisi paling optimal diperoleh pada 1,5 stoikiometri karbon dengan durasi
peleburan 8 menit, yang menghasilkan kadar Zr tertinggi serta kadar O dan C yang
relatif lebih rendah dibandingkan kondisi lainnya.
Perpustakaan Digital ITB