Limbah dry tailing emas berpotensi membentuk air asam tambang (Acid Mine
Drainage/AMD) melalui oksidasi mineral sulfida, sehingga diperlukan karakterisasi geokimia
yang komprehensif. Penelitian ini mengkaji karakteristik fisik, mineralogi, dan potensi AMD
dari sampel dry tailing emas menggunakan uji statik dan kinetik. Uji fisik menunjukkan sampel
didominasi oleh silt (61,93%) dengan permeabilitas rendah. Analisis XRD mengidentifikasi
quartz (56,64%) sebagai mineral dominan, disertai augite, kalium feldspar, dan kalsit,
sementara XRF mendeteksi kandungan SiO2 (74,5%) dan Al2O3 (13,5%) yang dominan. Hasil
uji statik mengklasifikasikan sampel sebagai Potentially Acid Forming (PAF) dengan nilai
NAPP sebesar 6,915 kg H2SO4/ton dan pH NAG 3,67. Uji kinetik Free Draining Column Leach
(FDCL) selama 8 minggu dengan lima variasi reaktor (R1 - R5) mengevaluasi pengaruh
penambahan CaCO3. R1 (tanpa penambahan) mempertahankan pH netral (7,5 - 7,9) akibat
kapasitas buffer alami kalsit residu. Reaktor dengan penambahan CaCO3 menghasilkan kondisi
basa (pH 10 - 12). Konsentrasi sulfat dan TDS menurun drastis setelah minggu pertama,
mengindikasikan habisnya sumber sulfida yang mudah terlindi. Penempatan CaCO3
berpengaruh terhadap dinamika pH, ORP, dan mobilisasi logam dalam leachate.
Perpustakaan Digital ITB