Limbah medis cair berupa darah merupakan matriks biologis kompleks yang
mengandung protein, hemoglobin, komponen seluler, elektrolit, serta beban
organik tinggi sehingga memerlukan proses pengolahan yang tidak hanya
berorientasi pada disinfeksi, tetapi juga pada penurunan beban organiknya. Beban
organik tersebut dinyatakan melalui dua indikator pencemaran air yang lazim
digunakan, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen
Demand (BOD). Penelitian ini mengevaluasi dua pendekatan pengolahan, yaitu
adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi termal dan proses Advanced
Oxidation Process (AOP) Foto-Fenton. Sampel darah diencerkan menggunakan
larutan NaCl fisiologis, kemudian dianalisis melalui parameter COD, BOD,
spektrofotometri UV-Vis (Ultraviolet-Visible), SEM-EDS (Scanning Electron
Microscopy–Energy Dispersive X-ray Spectroscopy), dan pengamatan visual.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit alam teraktivasi termal tidak efektif
sebagai unit pengolahan utama limbah darah. Pada Batch 1, perlakuan zeolit
menyebabkan COD meningkat 7,8% dan BOD meningkat 9,4% terhadap baseline.
Penurunan absorbansi Soret (A415) hanya berada pada kisaran 10,7–16,8%,
sementara puncak Soret hemoglobin tetap terlihat. Karakterisasi SEM-EDS
menunjukkan sulfur pasca kontak darah tidak terdeteksi, sedangkan Cl dan Ca
muncul sebagai penanda deposit matriks cair. Temuan ini menunjukkan bahwa
interaksi zeolit dengan darah lebih tepat dijelaskan sebagai fouling permukaan dan
size exclusion, bukan adsorpsi protein yang efektif ke dalam pori.
Sebaliknya, Foto-Fenton menunjukkan kinerja lebih baik dalam menurunkan
beban organik dan mengubah struktur kromofor hemoglobin. Kondisi optimum
diperoleh pada Variasi D?, yaitu pH 6 alami, FeSO? 0,4 g, H?O? 8 mL, dan
penyinaran UV selama 4 jam. Pada kondisi tersebut, COD turun dari 18.200 mg/L
menjadi 7.100 mg/L dan BOD turun dari 10.900 mg/L menjadi 3.490 mg/L, setara
dengan efisiensi penurunan 61,0% untuk COD dan 68,0% untuk BOD. Secara
spektroskopi, A415 pasca Foto-Fenton turun sekitar 80,1–81,1% dan puncak Soret
tidak lagi muncul sebagai puncak diskret. Walaupun demikian, hasil penelitian ini
belum menunjukkan mineralisasi sempurna maupun pemenuhan baku mutu
efluen, sehingga diperlukan optimasi lanjutan, pengendalian residu H?O?, dan
kombinasi dengan proses pengolahan tambahan.
Perpustakaan Digital ITB