digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Limbah medis cair berupa darah merupakan matriks biologis kompleks yang mengandung protein, hemoglobin, komponen seluler, elektrolit, serta beban organik tinggi sehingga memerlukan proses pengolahan yang tidak hanya berorientasi pada disinfeksi, tetapi juga pada penurunan beban organiknya. Beban organik tersebut dinyatakan melalui dua indikator pencemaran air yang lazim digunakan, yaitu Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biochemical Oxygen Demand (BOD). Penelitian ini mengevaluasi dua pendekatan pengolahan, yaitu adsorpsi menggunakan zeolit alam teraktivasi termal dan proses Advanced Oxidation Process (AOP) Foto-Fenton. Sampel darah diencerkan menggunakan larutan NaCl fisiologis, kemudian dianalisis melalui parameter COD, BOD, spektrofotometri UV-Vis (Ultraviolet-Visible), SEM-EDS (Scanning Electron Microscopy–Energy Dispersive X-ray Spectroscopy), dan pengamatan visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zeolit alam teraktivasi termal tidak efektif sebagai unit pengolahan utama limbah darah. Pada Batch 1, perlakuan zeolit menyebabkan COD meningkat 7,8% dan BOD meningkat 9,4% terhadap baseline. Penurunan absorbansi Soret (A415) hanya berada pada kisaran 10,7–16,8%, sementara puncak Soret hemoglobin tetap terlihat. Karakterisasi SEM-EDS menunjukkan sulfur pasca kontak darah tidak terdeteksi, sedangkan Cl dan Ca muncul sebagai penanda deposit matriks cair. Temuan ini menunjukkan bahwa interaksi zeolit dengan darah lebih tepat dijelaskan sebagai fouling permukaan dan size exclusion, bukan adsorpsi protein yang efektif ke dalam pori. Sebaliknya, Foto-Fenton menunjukkan kinerja lebih baik dalam menurunkan beban organik dan mengubah struktur kromofor hemoglobin. Kondisi optimum diperoleh pada Variasi D?, yaitu pH 6 alami, FeSO? 0,4 g, H?O? 8 mL, dan penyinaran UV selama 4 jam. Pada kondisi tersebut, COD turun dari 18.200 mg/L menjadi 7.100 mg/L dan BOD turun dari 10.900 mg/L menjadi 3.490 mg/L, setara dengan efisiensi penurunan 61,0% untuk COD dan 68,0% untuk BOD. Secara spektroskopi, A415 pasca Foto-Fenton turun sekitar 80,1–81,1% dan puncak Soret tidak lagi muncul sebagai puncak diskret. Walaupun demikian, hasil penelitian ini belum menunjukkan mineralisasi sempurna maupun pemenuhan baku mutu efluen, sehingga diperlukan optimasi lanjutan, pengendalian residu H?O?, dan kombinasi dengan proses pengolahan tambahan.