digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Nadir Arrayyan
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan kadar gas karbon dioksida (CO2) di atmosfer menjadi isu lingkungan utama karena kontribusinya sebagai gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Pada tahun 2020, United States Environmental Protection Agency (EPA) mencatat 16% emisi CO2 berasal dari sektor industri dengan industri semen menyumbang sekitar 8% emisi gas rumah kaca global, terutama dari proses kalsinasi dan pembakaran bahan bakar. Kalsinasi adalah reaksi dekomposisi batu kapur (CaCO3) menjadi kalsium oksida (CaO) dan karbon dioksida (CO2). Salah satu teknologi untuk mengurangi emisi ini adalah teknologi siklus kalsium, yang memanfaatkan proses kalsinasi dan karbonasi untuk menangkap dan menyimpan CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan daya serap sorben dari enam sampel batu kapur yang berasal dari enam sumber tambang batu kapur berbeda pada lima siklus kalsinasi dan karbonasi berulang dalam menangkap CO2, serta membandingkan efektivitas siklus kalsium pada sampel tersebut menggunakan reaktor fluidized bed. Karakterisasi material dilakukan menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan SEM untuk menganalisis perubahan fase kristalin dalam material setelah perulangan beberapa kali siklus. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan reaktor fluidisasi sebagai kalsiner dan karbonator dengan untuk mendukung siklus kalsium. Pengujian XRD menunjukkan keberhasilan reaksi kalsinasi dan karbonasi menggunakan reaktor fluidized bed dengan parameter yang ditetapkan. Setelah lima siklus sampel batu kapur mengalami penurunan daya serap secara bertahap dengan sampel Citeureup, Tuban, Padang, Cilacap, Bayah, dan Narogong mengalami penurunan daya serap berturut-turut sebesar 29,63%, 23,62%, 26,19%, 22,75%, 23,49%, dan 23,99%. Analisis SEM memperlihatkan penurunan daya serap sorben disebabkan oleh fenomena sintering pada sampel batu kapur setelah uji ulang kalsinasi dan karbonasi