Abstrak - Nadir Arrayyan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Peningkatan kadar gas karbon dioksida (CO2) di atmosfer menjadi isu lingkungan utama karena
kontribusinya sebagai gas rumah kaca penyebab pemanasan global. Pada tahun 2020, United
States Environmental Protection Agency (EPA) mencatat 16% emisi CO2 berasal dari sektor
industri dengan industri semen menyumbang sekitar 8% emisi gas rumah kaca global, terutama
dari proses kalsinasi dan pembakaran bahan bakar. Kalsinasi adalah reaksi dekomposisi batu
kapur (CaCO3) menjadi kalsium oksida (CaO) dan karbon dioksida (CO2). Salah satu teknologi
untuk mengurangi emisi ini adalah teknologi siklus kalsium, yang memanfaatkan proses
kalsinasi dan karbonasi untuk menangkap dan menyimpan CO2.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penurunan daya serap sorben dari enam sampel batu
kapur yang berasal dari enam sumber tambang batu kapur berbeda pada lima siklus kalsinasi
dan karbonasi berulang dalam menangkap CO2, serta membandingkan efektivitas siklus
kalsium pada sampel tersebut menggunakan reaktor fluidized bed. Karakterisasi material
dilakukan menggunakan teknik difraksi sinar-X (XRD) dan SEM untuk menganalisis
perubahan fase kristalin dalam material setelah perulangan beberapa kali siklus. Hasil
penelitian menunjukkan keberhasilan reaktor fluidisasi sebagai kalsiner dan karbonator dengan
untuk mendukung siklus kalsium.
Pengujian XRD menunjukkan keberhasilan reaksi kalsinasi dan karbonasi menggunakan
reaktor fluidized bed dengan parameter yang ditetapkan. Setelah lima siklus sampel batu kapur
mengalami penurunan daya serap secara bertahap dengan sampel Citeureup, Tuban, Padang,
Cilacap, Bayah, dan Narogong mengalami penurunan daya serap berturut-turut sebesar 29,63%,
23,62%, 26,19%, 22,75%, 23,49%, dan 23,99%. Analisis SEM memperlihatkan penurunan
daya serap sorben disebabkan oleh fenomena sintering pada sampel batu kapur setelah uji ulang
kalsinasi dan karbonasi
Perpustakaan Digital ITB