Pencampuran bahan bakar dan udara di saluran premixing menghasilkan campuran seragam
yang menekan pembentukan ?????????, tetapi memunculkan risiko nyala balik (flashback) dan
penyalaan dini (auto-ignition). Konfigurasi Lean Direct Injection (LDI) meniadakan saluran
tersebut sehingga kedua risiko itu hilang, tetapi pencampuran harus tuntas hanya beberapa
diameter nosel dari mulut injektor. Pusaran pada ruang bakar LDI dibangkitkan sepenuhnya di
sisi udara, sedangkan bahan bakar diinjeksikan sebagai semburan lurus. Penelitian ini bertujuan
mengetahui pengaruh swirl fuel injection terhadap karakteristik pencampuran di zona primer
LDI serta kedudukannya terhadap limit pembakaran premixed.
Simulasi Large Eddy Simulation aliran tidak bereaksi dijalankan pada model ruang bakar
Sharaborin dkk. (2021) dengan metana pada rasio ekuivalen 0,7 dan bilangan pusar udara tetap
0,72. Bilangan pusar bahan bakar divariasikan pada 0,47, 0,72, dan 0,97 terhadap metode pilot
jet sebagai kasus acuan. Pencampuran dinilai melalui panjang stoikiometrik, kemajuan
pencampuran, ketidaktercampuran ruang dan waktu, serta rasio entrainment. Validasi terhadap
data Particle Image Velocimetry/Planar Laser-Induced Fluorescence (PIV/PLIF)
menghasilkan NMAE 7,38% pada kecepatan aksial dan 14,94% hingga 17,47% pada
konsentrasi.
Injeksi berpusar memperpendek jarak menuju kemajuan pencampuran 0,9 hingga 61% dan
menurunkan ketidaktercampuran total 38% hingga 77% pada bidang 20 mm hingga 52 mm,
dengan sisa segregasi didominasi komponen waktu. Perbaikan menjenuh di atas bilangan pusar
0,72; kenaikan ke 0,97 hanya memendekkan jarak tersebut 4% tetapi menaikkan
ketidaktercampuran total 17,5% hingga 65%. Selubung stoikiometri berubah dari kubah
berpuncak tunggal di sumbu menjadi berpuncak ganda pada radius luar, sehingga sisa daerah
campuran kaya berpindah ke aliran maju di luar zona resirkulasi, yang justru melemah seiring
naiknya bilangan pusar. Selubung tersebut tetap terbentuk pada seluruh konfigurasi sehingga
limit premixed tidak tercapai, dan konfigurasi 0,72 paling seimbang.
Perpustakaan Digital ITB