digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kebijakan mandatori pencampuran biodiesel 40% pada bahan bakar solar di Indonesia meningkatkan proporsi biodiesel dalam Biosolar yang berpotensi memengaruhi karakteristik pembakaran dan emisi gas buang motor diesel. Salah satu pendekatan untuk mengatasi hal tersebut adalah penambahan aditif cetane improver. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan aditif cetane improver terhadap performa, meliputi torsi dan brake specific fuel consumption (BSFC), serta emisi gas buang (CO, CO2, HC, dan NO) motor bakar torak berbahan bakar Biosolar. Penelitian dilakukan secara eksperimental pada motor diesel satu silinder Dong Feng S195 dengan variasi konsentrasi aditif cetane improver sebesar 0%, 0,2%, 0,4%, 0,6%, dan 0,8% pada kecepatan putar konstan 2000 rpm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan aditif pada konsentrasi 0% ke 0,4% menurunkan BSFC dari 301,51 g/kWh menjadi 264,26 g/kWh serta menurunkan seluruh parameter emisi secara konsisten, sejalan dengan pemendekan waktu tunda pengapian akibat mekanisme kerja 2-ethylhexyl nitrate (EHN). Pada konsentrasi 0,6% dan 0,8%, BSFC dan seluruh parameter emisi kembali meningkat, bertepatan dengan lonjakan konsumsi bahan bakar dan pergeseran equivalence ratio menuju kondisi kaya yang mengindikasikan perubahan kondisi operasi akibat dosis aditif yang melampaui anjuran pabrikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aditif cetane improver memberikan pengaruh yang menguntungkan terhadap performa dan emisi motor bakar torak berbahan bakar Biosolar pada dosis yang mendekati anjuran pabrikan.