Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh injeksi listrik terhadap
sistem fluida–batuan sandstone serta implikasinya dalam proses Enhanced Oil
Recovery (EOR). Penelitian dilakukan secara eksperimen laboratorium
menggunakan sampel batuan sandstone Bayah dan Berea, dengan pengujian
meliputi pengukuran sudut kontak, permeabilitas, pencitraan X-ray, serta
pengujian pemulihan minyak menggunakan metode Electrokinetic Enhanced
Oil Recovery (EK-EOR).
Hasil pengukuran sudut kontak menunjukkan bahwa brine pada kedua sampel
batuan memiliki kecenderungan bersifat water-wet, yang ditandai dengan
penurunan sudut kontak seiring waktu. Pemberian injeksi arus listrik tidak
mengubah karakter keterbasahan dasar batuan, namun mempercepat
dinamika pembasahan air. Pada pengujian menggunakan minyak, minyak
cenderung menyerap ke dalam batuan pada kondisi tanpa injeksi listrik,
sedangkan pada kondisi dengan injeksi listrik minyak tidak menyerap dan
tetap berada di permukaan, yang mengindikasikan dominasi air pada
permukaan batuan semakin kuat. Pengukuran permeabilitas menunjukkan bahwa
pemberian injeksi arus listrik searah (DC) menyebabkan peningkatan nilai
permeabilitas batuan selama proses pengujian. Pencitraan X-ray menunjukkan
distribusi fluida yang relatif homogen serta tidak adanya perubahan struktur
fisik batuan selama pengujian. Pengujian pemulihan minyak menggunakan
metode EK-EOR menunjukkan bahwa kombinasi injeksi air yang didorong
oleh gas argon dan pemberian medan listrik mampu memobilisasi sebagian
minyak dari sistem pori batuan.
Perpustakaan Digital ITB