Penelitian ini mengkaji pemanfaatan karbon berbasis biomassa dari serat rami sebagai
material coating elektroda tembaga untuk meningkatkan performa reduksi elektrokimia
asam levulinat (LA) menjadi ?-valerolakton (GVL). Karbon dimodifikasi melalui
perlakuan hidrotermal dan doping urea, kemudian diaplikasikan sebagai coating pada
elektroda Cu. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh modifikasi karbon terhadap
karakteristik fisik, elektrokimia, konversi LA, dan efisiensi Faradaik. Karbon hasil
sintesis dikarakterisasi menggunakan analisis proksimat, XRD, dan BET, kemudian diuji
secara elektrokimia menggunakan Linear Sweep Voltammetry (LSV), Cyclic
Voltammetry (CV), serta Controlled Potential Electrolysis (CPE) yang dipantau melalui
chronoamperometry. Produk elektrolisis dianalisis menggunakan High-Performance
Liquid Chromatography (HPLC) untuk menentukan konversi asam levulinat dan efisiensi
Faradaik. Hasil BET menunjukkan bahwa karbon hidrotermal tanpa doping urea
(CuDHNU) memiliki luas permukaan spesifik tertinggi, yaitu 60,2 m2/g, lebih tinggi
dibandingkan carbon black komersial (32,57 m2/g). Hasil LSV menunjukkan bahwa
CuDHNU memiliki onset potential paling positif (?1,3 V) serta menghasilkan arus katoda
terbesar, sedangkan hasil CV mengindikasikan aktivitas reduksi yang lebih tinggi
dibandingkan variasi elektroda lainnya. Pengujian CPE menunjukkan bahwa CuDHNU
menghasilkan konversi asam levulinat tertinggi sebesar 24,1% dengan efisiensi Faradaik
75,1%, lebih tinggi dibandingkan elektroda Cu tanpa coating yang hanya mencapai 11,1%
dan 41,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi coating karbon berbasis
biomassa mampu meningkatkan aktivitas elektrokimia elektroda Cu, dan memberikan
performa yang lebih baik dibandingkan carbon black komersial. Temuan ini
menunjukkan potensi bio-derived carbon sebagai material coating elektroda yang
berkelanjutan untuk konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tambah.
Perpustakaan Digital ITB