digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Hans Morgan Lie
PUBLIC Open In Flipbook Ridha Pratama Rusli

Penelitian ini mengkaji pemanfaatan karbon berbasis biomassa dari serat rami sebagai material coating elektroda tembaga untuk meningkatkan performa reduksi elektrokimia asam levulinat (LA) menjadi ?-valerolakton (GVL). Karbon dimodifikasi melalui perlakuan hidrotermal dan doping urea, kemudian diaplikasikan sebagai coating pada elektroda Cu. Penelitian bertujuan mengevaluasi pengaruh modifikasi karbon terhadap karakteristik fisik, elektrokimia, konversi LA, dan efisiensi Faradaik. Karbon hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan analisis proksimat, XRD, dan BET, kemudian diuji secara elektrokimia menggunakan Linear Sweep Voltammetry (LSV), Cyclic Voltammetry (CV), serta Controlled Potential Electrolysis (CPE) yang dipantau melalui chronoamperometry. Produk elektrolisis dianalisis menggunakan High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) untuk menentukan konversi asam levulinat dan efisiensi Faradaik. Hasil BET menunjukkan bahwa karbon hidrotermal tanpa doping urea (CuDHNU) memiliki luas permukaan spesifik tertinggi, yaitu 60,2 m2/g, lebih tinggi dibandingkan carbon black komersial (32,57 m2/g). Hasil LSV menunjukkan bahwa CuDHNU memiliki onset potential paling positif (?1,3 V) serta menghasilkan arus katoda terbesar, sedangkan hasil CV mengindikasikan aktivitas reduksi yang lebih tinggi dibandingkan variasi elektroda lainnya. Pengujian CPE menunjukkan bahwa CuDHNU menghasilkan konversi asam levulinat tertinggi sebesar 24,1% dengan efisiensi Faradaik 75,1%, lebih tinggi dibandingkan elektroda Cu tanpa coating yang hanya mencapai 11,1% dan 41,7%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi coating karbon berbasis biomassa mampu meningkatkan aktivitas elektrokimia elektroda Cu, dan memberikan performa yang lebih baik dibandingkan carbon black komersial. Temuan ini menunjukkan potensi bio-derived carbon sebagai material coating elektroda yang berkelanjutan untuk konversi biomassa menjadi bahan kimia bernilai tambah.