Sistem Waduk Kaskade Citarum yang terdiri atas Waduk Saguling, Cirata, dan Jatiluhur memiliki peran penting dalam mendukung pembangkitan tenaga listrik, penyediaan air baku, dan irigasi di Jawa Barat, Indonesia. Penelitian ini mengevaluasi kinerja strategi operasi Equal Sharing (ES) dan Non-Equal Sharing (N-ES) pada berbagai kondisi hidrologi menggunakan model simulasi operasi waduk. Pada kondisi sangat kering diterapkan prinsip hedging untuk mengelola keterbatasan ketersediaan air. Data historis debit masuk dianalisis menggunakan metode probabilitas Weibull untuk mengidentifikasi tahun representatif dengan kondisi sangat basah (2010), normal (2005), dan sangat kering (2006).
Model simulasi menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam merepresentasikan elevasi muka air waduk berdasarkan indikator NSE, RMSE, dan PBIAS, sehingga layak digunakan untuk mengevaluasi berbagai skenario operasi waduk kaskade. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi kering ekstrem, pemenuhan kebutuhan air secara penuh menyebabkan penyusutan tampungan efektif dan penurunan elevasi muka air waduk hingga di bawah batas operasi minimum. Adaptasi prinsip hedging meningkatkan keberlanjutan operasi sistem, sedangkan strategi N-ES memberikan kinerja yang lebih baik dibandingkan ES dengan meningkatkan produksi energi listrik sebesar 2,87% serta menurunkan defisit air dari 34,35% menjadi 29,86%. Pada kondisi normal dan basah, kedua strategi menunjukkan kinerja yang memadai, namun N-ES tetap menghasilkan energi listrik masing-masing 2,65% dan 3,39% lebih tinggi dibandingkan ES. Strategi N-ES memberikan manfaat terbesar pada kondisi kekeringan, sedangkan perbedaan kinerja kedua strategi relatif kecil pada kondisi normal dan basah.
Perpustakaan Digital ITB