digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sedimentasi merupakan salah satu permasalahan utama yang menyebabkan penurunan kapasitas tampungan dan umur layanan Waduk Cirata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sedimentasi pada sungai-sungai inlet, mengevaluasi efektivitas alternatif pengendalian sedimen, serta mengkaji pengaruhnya terhadap distribusi endapan dan umur layanan waduk. Analisis dilakukan melalui pemodelan hidrologi menggunakan HEC-HMS, analisis potensi erosi lahan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE), serta pemodelan transpor sedimen satu dimensi (1D) dan distribusi sedimentasi dua dimensi (2D) menggunakan HEC-RAS. Alternatif pengendalian yang dievaluasi meliputi pembangunan sabo dam, perangkap sedimen (sand trap), serta kombinasi keduanya, dengan mempertimbangkan kondisi eksisting dan keberadaan pumped storage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total potensi sedimentasi yang masuk ke Waduk Cirata mencapai sekitar 3,05 juta m³/tahun, dengan kontribusi terbesar berasal dari Sungai Cikundul sebesar 1,15 juta m³/tahun dan Sungai Cimeta– Citarum sebesar 1,05 juta m³/tahun. Hasil pemodelan 2D menunjukkan bahwa endapan sedimen cenderung terkonsentrasi pada zona inlet sungai akibat penurunan kecepatan aliran ketika memasuki waduk. Penerapan kombinasi sabo dam dan sand trap mampu menurunkan suplai sedimen menjadi sekitar 2,11 juta m³/tahun atau berkurang sebesar 31%, serta mengurangi luas area sedimentasi dari 3,081 km² menjadi 1,263 km². Berdasarkan hasil analisis, sisa umur layan waduk sejak tahun 2022 diproyeksikan mencapai 84 tahun pada kondisi eksisting tanpa penanganan, 85 tahun dengan pumped storage, 88 tahun dengan sabo dam, 90 tahun dengan sand trap, dan 91 tahun dengan kombinasi sabo dam dan sand trap. Dengan demikian, kombinasi sabo dam dan sand trap merupakan alternatif pengendalian sedimentasi yang paling efektif di antara skenario yang dikaji, dengan kemampuan memperpanjang umur layanan waduk hingga 7 tahun dibandingkan kondisi eksisting, sekaligus mengurangi suplai sedimen dan mempertahankan kapasitas tampungan Waduk Cirata.