digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Tuntutan agar anak mampu membaca sejak usia PAUD mendorong penerapan pembelajaran membaca yang semakin akademik. Di sisi lain, praktik literasi internasional telah mengembangkan berbagai media membaca awal yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, di antaranya decodable book dan predictable book. Meskipun demikian, kajian yang membandingkan kedua jenis buku tersebut berdasarkan karakteristiknya serta kaitannya dengan proses membaca dan capaian kemampuan membaca awal anak masih terbatas, khususnya dalam konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan decodable book dan predictable book terhadap proses membaca dan kemampuan membaca awal anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain embedded. Subjek penelitian terdiri atas sepuluh anak usia 5–6 tahun di TK Mutiara Al Ikhlas yang dibagi ke dalam kelompok decodable dan predictable. Data dikumpulkan melalui analisis konten terhadap enam buku yang digunakan sebagai media intervensi, observasi keterlibatan dan orientasi perhatian anak selama kegiatan shared reading, serta tes kemampuan membaca awal menggunakan Early Grade Reading Assessment (EGRA) yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis kuantitatif dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney, sedangkan integrasi temuan dilakukan melalui pendekatan joint display. Hasil penelitian menunjukkan bahwa decodable book dan predictable book membentuk proses membaca yang berbeda. Kelompok predictable book menunjukkan keterlibatan membaca yang lebih tinggi pada gambar, sedangkan kelompok decodable book lebih banyak mengarahkan perhatian pada teks. Namun, kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan peningkatan kemampuan membaca awal yang signifikan secara statistik maupun bermakna secara praktis. Analisis konten juga menunjukkan bahwa decodable book yang digunakan belum sepenuhnya memenuhi prinsip fidelity pada dimensi visual karena ilustrasi masih memberikan petunjuk terhadap kata sasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan decodable book tidak hanya ditentukan oleh karakteristik verbal, tetapi juga oleh konsistensi karakteristik visualnya dalam mendukung proses decoding. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan media membaca awal, khususnya sebagai dasar perancangan decodable book berbahasa Indonesia yang mempertimbangkan keterpaduan unsur verbal dan visual sesuai tujuan pedagogisnya.