Tuntutan agar anak mampu membaca sejak usia PAUD mendorong penerapan
pembelajaran membaca yang semakin akademik. Di sisi lain, praktik literasi
internasional telah mengembangkan berbagai media membaca awal yang
disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, di antaranya decodable book dan
predictable book. Meskipun demikian, kajian yang membandingkan kedua jenis
buku tersebut berdasarkan karakteristiknya serta kaitannya dengan proses membaca
dan capaian kemampuan membaca awal anak masih terbatas, khususnya dalam
konteks Indonesia. Penelitian ini bertujuan membandingkan penggunaan decodable
book dan predictable book terhadap proses membaca dan kemampuan membaca
awal anak usia 5–6 tahun.
Penelitian menggunakan metode mixed methods dengan desain embedded. Subjek
penelitian terdiri atas sepuluh anak usia 5–6 tahun di TK Mutiara Al Ikhlas yang
dibagi ke dalam kelompok decodable dan predictable. Data dikumpulkan melalui
analisis konten terhadap enam buku yang digunakan sebagai media intervensi,
observasi keterlibatan dan orientasi perhatian anak selama kegiatan shared reading,
serta tes kemampuan membaca awal menggunakan Early Grade Reading
Assessment (EGRA) yang diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis
kuantitatif dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney, sedangkan integrasi
temuan dilakukan melalui pendekatan joint display.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa decodable book dan predictable book
membentuk proses membaca yang berbeda. Kelompok predictable book
menunjukkan keterlibatan membaca yang lebih tinggi pada gambar, sedangkan
kelompok decodable book lebih banyak mengarahkan perhatian pada teks. Namun,
kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan peningkatan kemampuan membaca
awal yang signifikan secara statistik maupun bermakna secara praktis. Analisis
konten juga menunjukkan bahwa decodable book yang digunakan belum
sepenuhnya memenuhi prinsip fidelity pada dimensi visual karena ilustrasi masih
memberikan petunjuk terhadap kata sasaran. Temuan ini menunjukkan bahwa
keberhasilan decodable book tidak hanya ditentukan oleh karakteristik verbal,
tetapi juga oleh konsistensi karakteristik visualnya dalam mendukung proses
decoding. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan media
membaca awal, khususnya sebagai dasar perancangan decodable book berbahasa
Indonesia yang mempertimbangkan keterpaduan unsur verbal dan visual sesuai
tujuan pedagogisnya.
Perpustakaan Digital ITB