PT XYZ berencana meningkatkan kapasitas TLS 3 dari 1.500 ton per jam menjadi
2.500 ton per jam melalui penggantian motor conveyor untuk mendukung target produksi batubara jangka panjang perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelayakan finansial proyek peningkatan kapasitas TLS 3, menganalisis sensitivitas variabel-variabel utama yang memengaruhi kelayakan proyek, serta merumuskan strategi mitigasi risiko dengan menggunakan metode capital budgeting, incremental cash flow analysis, dan ARIMA untuk proyeksi harga batubara.
Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa proyek menghasilkan nilai NPV sebesar Rp20,42 miliar, nilai IRR sebesar 29,11% yang lebih tinggi dibandingkan WACC sebesar 11,78%, nilai BCR sebesar 1,45, serta periode pengembalian investasi selama 3 tahun. Analisis sensitivitas terhadap harga batubara, biaya operasional tetap, biaya operasional variabel, inflasi, dan CAPEX yang ditampilkan oleh spider chart dan tornado diagram menunjukkan bahwa harga batubara merupakan variabel yang paling sensitif terhadap perubahan nilai NPV proyek, diikuti oleh biaya operasional tetap dan biaya operasional variabel. Strategi mitigasi risiko direkomendasikan melalui pengendalian biaya operasional, peningkatan efisiensi operasional, preventive maintenance, serta pemantauan berkala terhadap harga batubara dan asumsi finansial proyek. Dengan mempertimbangkan seluruh hasil analisis, proyek peningkatan kapasitas TLS 3 dinilai layak untuk diimplementasikan.
Perpustakaan Digital ITB