digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sebagai salah satu upaya mengurangi emisi karbon dioksida ke atmosfer, injeksi karbon dioksida di bawah permukaan bumi merupakan suatu metode yang layak diimplementasikan untuk mengurangi efek pemanasan global sesuai dengan protokol Kyoto. Pengembangan lanjutan dari injeksi karbon dioksida adalah pemanfaatan untuk peningkatan perolehan minyak dimana nilai finasial gas karbon dioksida bisa meningkat secara signifikan. Dalam karya tulis ini, digunakan data-data actual dari sumur ”G” untuk membuat suatu model lapangan yang terintegrasi dan interpretasi data telah dilakukan dalam pekerjaan sebelumnya oleh Tim Interpretasi Geofisika. Dalam karya tulis ini, akan ditinjau penggunaan dua pola injeksi yaitu pola 5-spot dan 9–spot dengan pertimbangan jumlah karbon dioksida yang diinjeksikan yaitu sebesar 800 ton per hari (15,2 MMSCFD). Berdasarkan pertimbangan geologi dan finansial, pola injeksi 5-spot merupakan pola yang cocok untuk injeksi dalam kondisi geologi Sumur “J”. Ke depannya diperlukan studi lanjutan untuk mengkaji scenario WAG (water alternating gas) dalm injeksi karbondioksida untuk EOR.