digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Lapangan XT di Cekungan Bintuni, Papua Barat, merupakan lapangan gas yang kini telah memasuki fase deplesi reservoir. Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dalam metode Enhanced Gas Recovery (EGR) diterapkan untuk menyimpan CO2 secara permanen, mempertahankan tekanan reservoir, dan meningkatkan produksi gas. Penelitian terdahulu mengonfirmasi bahwa kapasitas penyimpanan, seal integrity, dan kemampuan injeksi di Lapangan XT telah memenuhi syarat pengembangan CCUS. Namun, risiko geomekanika khususnya potensi reaktivasi sesar akibat injeksi CO2 belum dievaluasi. Maka, analisis geomekanika diperlukan untuk mengetahui estimasi kondisi tegasan in situ serta menganalisis kestabilan sesar pada area rencana Sumur Injeksi-01, terutama pada reservoir pada tahun 2029, 2030, 2035, dan 2039. Penelitian dilakukan pada rencana Sumur Injeksi-01 menggunakan data log tali kawat, laporan internal bp Indonesia, data uji properti mekanika batuan dari Lapangan XT terutama Sumur XT-2 sebagai referensi utama, data seismik, peta struktur kedalaman, dan data interpretasi sesar pada Lapangan XT. Data log tali kawat diolah menjadi model geomekanika satu dimensi yang menjadi dasar untuk mengevaluasi kecenderungan pergeseran sesar, kecenderungan dilatasi sesar, dan kondisi kritis sesar terhadap perubahan tekanan pori, sebagai dasar penentuan lokasi injeksi CO2 yang optimal di Lapangan XT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lapangan XT memiliki tiga kondisi tren tegasan utama, yaitu hidrostatik, overpressure, dan deplesi reservoir. Pada kondisi hidrostatik, gradien Sv sebesar 1,04 psi/ft, gradien Shmin 0,83 psi/ft, dan gradien SHmaks 1,18 psi/ft. Pada kondisi overpressure, meningkat menjadi 1,04 psi/ft, 0,87 psi/ft, dan 1,28 psi/ft. Pada kondisi deplesi reservoir, gradien Sv relatif konstan dari tahun ke tahun sebesar 1,04 psi/ft, gradien Shmin menurun dari 0,74 psi/ft di tahun 2029 menjadi 0,64 psi/ft di tahun 2039, sedangkan gradien SHmaks meningkat dari 1,33 psi/ft di tahun 2029 menjadi 1,87 psi/ft di tahun 2039. Lapangan XT berada pada rezim sesar geser (SHmaks>Sv>Shmin) dan memiliki SHmaks berarah N30oE. Analisis kestabilan sesar menunjukkan bahwa sesar dengan kedudukan N40°E/85°, N45°E/85°, dan N50°E/75° berpotensi mengalami reaktivasi dan memiliki kapasitas penambahan tekanan pori terendah sekitar 1.500-3.500 psi. Berdasarkan hasil tersebut, direkomendasikan pemindahan lokasi sumur ke arah barat daya dari rencana awal lokasi Sumur Injeksi-01.