Aluminium banyak dimanfaatkan di berbagai sektor industri dan telah terjadi peningkatan permintaan aluminium secara global. Selain itu, sedang dilakukan eksplorasi detail pada Kabupaten Landak, sehingga perlu pemetaan dan kajian estimasi sumber daya di area tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik endapan bauksit laterit, pemodelan geologi tiga dimensi, dan estimasi sumber daya menggunakan metode geostatistik ordinary kriging di Kabupaten Landak, dengan luas area penelitian sebesar 10,5 km². Data primer yang digunakan dalam penelitian ini berupa sampel batuan dasar dan laterit, sampel petrografi batuan dasar, lalu data sekunder berupa topografi awal, data sumur uji, dan DEM.
Hasil pemetaan geologi menunjukkan bahwa area penelitian memiliki empat satuan batuan berupa diorit, diorit kuarsa, andesit, dan endapan aluvial. Profil bauksit laterit di area penelitian terdiri dari latosol, bauksit, bauksit kuarsa, dan kong. Domain bauksit memiliki tipe bauksit – feritik bauksit, sedangkan domain bauksit kuarsa memiliki tipe bauksitik kaolinit – kaolinit. Pengayaan Al2O3 tertinggi ada pada domain bauksit.
Estimasi sumber daya dilakukan dengan tingkatan tereka. Pemodelan geologi 3D di area penelitian dilakukan pada semua domain bauksit laterit. Pemodelan blok dibuat hanya pada domain bauksit dan bauksit kuarsa, diawali dengan uji validasi statistik yang menunjukkan bahwa data kedua domain sudah unimodal, kemudian dilakukan interpolasi persebaran kadar Al2O3 serta estimasi sumber daya menggunakan metode ordinary kriging. Berdasarkan hasil estimasi sumber daya dengan cut-off grade Al2O3 42%, didapatkan domain bauksit memiliki 2,00 juta ton bauksit dengan kadar Al2O3 rata-rata 43,84%, sedangkan domain bauksit kuarsa tidak memiliki sumber daya bauksit di atas nilai cut-off grade.
Perpustakaan Digital ITB