digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Minyak bumi terus memainkan peran penting dalam ketahanan energi dan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, kegiatan eksplorasi tetap penting untuk menemukan sumber daya hidrokarbon baru guna mempertahankan tingkat produksi dan menjaga ketahanan energi. Penelitian ini melakukan karakterisasi reservoir pada Formasi Talangakar Anggota Transisi (TRM), Lapangan X, Cekungan Sumatra Selatan. Karakterisasi reservoir dilakukan menggunakan data log tali kawat untuk menentukan litologi, volume serpih (Vsh), porositas efektif (PHIE), saturasi air (Sw), dan interval reservoir bersih (net reservoir). Lingkungan pengendapan ditentukan dengan menganalisis fasies-fasies mengikuti model dari Allen dan Chambers (1998). Evaluasi petrofisika dilakukan pada setiap asosiasi fasies untuk membandingkan kualitas reservoir secara kuantitatif dan menentukan asosiasi fasies yang paling berpotensi sebagai reservoir. Pendekatan kuantitatif diperlukan untuk memberikan dasar yang objektif dalam mengevaluasi kualitas reservoir dan mendukung pengembangan sumur. Interval batupasir yang mengandung hidrokarbon dengan karakteristik reservoir yang baik juga diidentifikasi berdasarkan nilai cut-off volume serpih, porositas efektif, dan saturasi air yang sesuai. Hasilnya, analisis fasies mengidentifikasi 5 litofasies yaitu batupasir sangat halus, batupasir halus-sedang, batulanau, shale, dan batubara yang dikelompokkan ke dalam 4 asosiasi fasies yaitu marsh, mouth bar, prodelta dan distributary channel, mengindikasikan pengendapan di lingkungan delta yang didominasi oleh pasang-surut. Evaluasi petrofisika setiap arsitektur fasies menandakan bahwa distributary channel merupakan fasies yang terbesar kemungkinannya sebagai reservoir dengan nilai rata-rata 0.597 (Vsh) dan 0.17 (PHIE). menunjukkan nilai rata-rata Vsh, PHIE, dan Sw masing-masing sebesar 0,221, 0,157, dan 0,502 untuk Reservoir 1.