digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Minyak dan gas bumi merupakan salah satu sumber energi yang berperan penting dalam memenuhi kebutuhan energi . Eksplorasi dan pengembangan lapangan migas memerlukan pemahaman yang baik mengenai kondisi geologi bawah permukaan untuk mengetahui kualitas dan potensi hidrokarbon yang terkandung di dalamnya. Cekungan Jawa Barat Utara merupakan salah satu cekungan di Indonesia yang memiliki potensi hidrokarbon pada beberapa interval, salah satunya pada Formasi Cibulakan Bawah. Formasi Cibulakan Bawah berperan sebagai batuan induk dan batuan reservoir. Salah satu lapangan produksi pada formasi ini adalah Lapangan AFU yang merupakan wilayah operasi PT Pertamina EP Region Jawa. Keberadaan hidrokarbon pada lapangan ini telah dibuktikan dengan data Drill Stem Test (DST) pada Sumur AFU-04 yang menunjukkan produksi minyak sebesar 174 BOPD; gas sebesar 2,186 MMscfd; dan air sebesar 59,88 BWPD. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakterisasi reservoir melalui penentuan fasies dan lingkungan pengendapan, analisis properti petrofisika, serta mengestimasi volume hidrokarbon awal berupa Stock Tank Oil Initially In-Place (STOIIP) dan Original Gas In Place (OGIP). Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan data log tali kawat, laporan biostratigrafi, laporan Formation Microresistivity Imaging (FMI), laporan mudlog, laporan DST/PVT, dan peta struktur kedalaman. Hasil analisis fasies menunjukkan bahwa interval penelitian tersusun atas 16 litofasies yang dikelompokkan dalam lima asosiasi fasies, yaitu prodelta, distal bar, mouth bar, distributary channel, dan marsh. Asosiasi fasies tersebut menunjukkan bahwa interval penelitian berada pada lingkungan tide influenced delta. Hasil analisis petrofisika pada Zona 3 dengan batas GOC menunjukkan nilai volume serpih 0,18; saturasi air 0,46; dan porositas efektif sebesar 0,14. Hasil analisis petrofisika pada Zona 3 dengan batas OWC yaitu volume serpih 0,27; saturasi air 0,28; dan porositas efektif 0,15. Hasil perhitungan STOIIP pada Zona 3 sebesar 1,07 MMSTB dan hasil perhitungan OGIP pada Zona 3 sebesar 261,05 MMscf.