Indonesia sebagai salah satu produsen batubara terbesar di dunia memiliki potensi besar dalam pengembangan sumber daya Unsur Tanah Jarang dan Itrium (REY) berbasis batubara. Cekungan Tarakan, dengan endapan batubara berkualitas dan kondisi pengendapan bervariasi, menjadi wilayah dengan prospek geologi menarik untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi kualitas dan peringkat batubara, menentukan kelimpahan serta pola distribusi REY, mengevaluasi potensi ekonomisnya pada batubara dan abu batubara, serta menginterpretasikan genesa pengayaan REY pada Formasi Meliat, Cekungan Tarakan, Kalimantan Utara.
Penelitian menggunakan data sekunder berupa deskripsi singkapan, 20 data kualitas batubara, dan 54 data geokimia batubara, abu batubara, serta non-batubara. Metode meliputi analisis proksimat, ultimat, dan nilai kalori, analisis REY dengan normalisasi terhadap Upper Continental Crust (UCC) dan World Hard Coal (WHC); serta evaluasi tingkat kelayakan berdasarkan Coefficient of Outlook.
Batubara pada Seam K, R, dan N memiliki peringkat bervariasi dari High Volatile A hingga C Bituminous, dengan satu sampel Sub-bituminous A, kadar abu sedang–tinggi (5,88–53,57% adb), sulfur rendah–tinggi (0,40–9,16% adb), dan nilai kalor tinggi (>10.500 Btu/lb). Total REY pada batubara berkisar 7,2–110 ppm, tertinggi pada Seam K (59,1 ppm), diikuti Seam R (34,1 ppm) dan Seam N (24,2 ppm), meningkat menjadi 47,9–248,2 ppm pada abu batubara akibat pembakaran. Dibandingkan batubara Amerika Serikat, China, dan rata-rata dunia, kandungan di REY Cekungan Tarakan relatif lebih rendah, didominasi tipe medium dan heavy REY. Pembakaran meningkatkan prospek ekonomis REY melalui pengayaan pada abu, namun kandungan total REY tetap di bawah cut-off grade ekonomis (1000 ppm) sehingga belum layak diekstraksi. Pengayaan REY diinterpretasikan bertipe poligenetik, yaitu berasal dari beberapa pengayaan; dari material detrital hasil pelapukan batuan sumber yang tertransportasi ke lingkungan rawa pembentuk gambut, pengaruh vulkanik, dan infiltrasi air meteorik.
Perpustakaan Digital ITB