Daerah Malang Selatan merupakan salah satu wilayah dengan kerangka tektonik
margin aktif dan litologi batuan volkanik yang mendukung terbentuknya endapan
logam bijih melalui aktivitas fluida hidrotermal.
Penelitian ini membahas kondisi geologi, struktur, alterasi, dan mineralisasi di
daerah Tirtoyudo dan sekitarnya, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Daerah ini
berada pada Pegunungan Selatan yang merupakan bagian dari busur magmatik
Sunda–Banda dan dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng Samudra Hindia
serta kolisi Roo Rise pada kala Miosen. Penelitian dilakukan melalui pemetaan
geologi, analisis petrografi dan mineragrafi, serta identifikasi mineral alterasi
menggunakan ASD (Analytical Spectral Device).
Hasil penelitian menunjukkan empat satuan batuan utama, yaitu Breksi Volkanik,
Intrusi Andesit Porfiritik, Tuf Gelas, dan Breksi Hidrotermal. Struktur geologi yang
berkembang didominasi oleh sesar geser mengiri berarah NE (northeast) – SW
(southwest) yang berperan sebagai jalur utama migrasi fluida hidrotermal. Alterasi
hidrotermal membentuk enam zona, yaitu zona silika; pirofilit ± dikit ± kuarsa; dikit
± kaolinit ± kuarsa; ilit ± kaolinit ± kuarsa; klorit ± smektit ± epidot ± kuarsa; serta
smektit ± klorit ± karbonat. Mineralisasi ditemukan dalam bentuk diseminasi pirit,
kalkopirit, dan kovelit, dengan asosiasi mineral yang menandakan sistem epitermal
sulfidasi tinggi. Secara keseluruhan, geologi, pola alterasi, dan mineralisasi
menunjukkan bahwa daerah penelitian berada pada lingkungan epitermal sulfidasi
tinggi kedalaman dangkal hingga sedang yang dikontrol oleh struktur sesar geser
berarah NE–SW.
Perpustakaan Digital ITB