Pembentukan danau pascatambang (pit lake) pada lahan bekas tambang terbuka
batu bara berpotensi menimbulkan risiko lingkungan berupa air asam tambang
(AAT), tetapi di sisi lain juga membuka peluang pemanfaatan sebagai aset kawasan
pascatambang apabila kualitas airnya terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengidentifikakasi karakteristik geokimia batuan dan mineral, menganalisis
karakteristik fisika-kimia air, melakukan pemodelan kualitas air, serta
mengevaluasi potensi pemanfaatan pit lake. Metode penelitian meliputi analisis uji
geokimia statik dan analiss mineralogi hasil uji X-Ray Diffraction (XRD), analisis
kualitas air, serta pemodelan terintegrasi hidrodinamika-geokimia menggunakan
PITLAKQ yang dikalibrasi dan divalidasi menggunakan indikator NSE, RSR, dan
PBIAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar batuan di lokasi
penelitian tergolong Non-Acid Forming (NAF), dengan kandungan mineral
didominasi oleh silikat serta sebagian kecil mineral sulfida (pirit dan kalkopirit)
yang keasamannya dapat dinetralkan oleh keberadaan mineral karbonat. Kualitas
air pit lake secara umum berada pada kondisi netral (pH 6,80 – 7,27) dan memenuhi
baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021,
kecuali parameter sulfat yang pada beberapa titik masih melampaui ambang batas.
Model PITLAKQ menunjukkan kinerja yang baik dalam merepresentasikan
kondisi pH pit lake dengan nilai NSE 0,577, RSR 0,623 dan PBIAS 0,78% sehingga
layak digunakan untuk simulasi jangka panjang. Hasil simulasi memperlihatkan
kualitas air pit lake diproyeksikan tetap relatif stabil, sehingga danau ini berpotensi
dimanfaatkan pada masa pascatambang dengan tetap memperhatikan pemantauan
berkala.
Perpustakaan Digital ITB