digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Abstrak inggris
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Pembentukan danau pascatambang (pit lake) pada lahan bekas tambang terbuka batu bara berpotensi menimbulkan risiko lingkungan berupa air asam tambang (AAT), tetapi di sisi lain juga membuka peluang pemanfaatan sebagai aset kawasan pascatambang apabila kualitas airnya terkelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikakasi karakteristik geokimia batuan dan mineral, menganalisis karakteristik fisika-kimia air, melakukan pemodelan kualitas air, serta mengevaluasi potensi pemanfaatan pit lake. Metode penelitian meliputi analisis uji geokimia statik dan analiss mineralogi hasil uji X-Ray Diffraction (XRD), analisis kualitas air, serta pemodelan terintegrasi hidrodinamika-geokimia menggunakan PITLAKQ yang dikalibrasi dan divalidasi menggunakan indikator NSE, RSR, dan PBIAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar batuan di lokasi penelitian tergolong Non-Acid Forming (NAF), dengan kandungan mineral didominasi oleh silikat serta sebagian kecil mineral sulfida (pirit dan kalkopirit) yang keasamannya dapat dinetralkan oleh keberadaan mineral karbonat. Kualitas air pit lake secara umum berada pada kondisi netral (pH 6,80 – 7,27) dan memenuhi baku mutu air kelas II berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021, kecuali parameter sulfat yang pada beberapa titik masih melampaui ambang batas. Model PITLAKQ menunjukkan kinerja yang baik dalam merepresentasikan kondisi pH pit lake dengan nilai NSE 0,577, RSR 0,623 dan PBIAS 0,78% sehingga layak digunakan untuk simulasi jangka panjang. Hasil simulasi memperlihatkan kualitas air pit lake diproyeksikan tetap relatif stabil, sehingga danau ini berpotensi dimanfaatkan pada masa pascatambang dengan tetap memperhatikan pemantauan berkala.