Kayu merupakan material konstruksi dengan emisi karbon lebih rendah dibandingkan material konvensional lainnya. Salah satu jenis kayu yang berpotensi dikembangkan sebagai material struktural adalah kayu cepat tumbuh, seperti kayu jabon merah (Anthocephalus macrophyllus) yang cukup tersebar di Indonesia. Namun, kayu jenis ini umumnya memiliki densitas relatif rendah sehingga sifat mekanisnya masih terbatas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja strukturalnya adalah melalui teknologi glue laminated timber (glulam), yaitu kayu yang tersusun dari beebrapa lamina yang direkatkan sehingga cacat pada kayu dapat terdistribusi lebih merata.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perilaku struktural dan karakteristik mekanis balok glulam berbahan kayu jabon merah melalui pengujian lentur dan geser. Pengujian dilakukan terhadap balok glulam berukuran 180 × 400 × 4000 mm yang terdiri atas sepuluh lapisan lamina menggunakan perekat polyurethane dengan konfigurasi pembebanan center load dan load at a = h. Pengujian dilakukan menggunakan aktuator dengan respons struktur yang direkam menggunakan strain gauge dan Linear Variable Differential Transformer (LVDT). Selanjutnya, data hasil pengujian dianalisis berdasarkan hubungan beban – defleksi, momen – kurvatur, distribusi regangan, serta mekanisme keruntuhan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesimen dengan pembebanan pada jarak a = h dari tumpuan memiliki kapasitas beban maksimum sebesar 365 kN, lebih tinggi dibandingkan spesimen dengan pembebanan di tengah bentang yang hanya mencapai 157 kN. Analisis distribusi regangan menunjukkan adanya pergeseran sumbu netral selama pembebanan yang mengindikasikan perubahan kekakuan efektif pada zona tarik dan zona tekan. Selain itu, data pengujian juga menunjukkan bahwa kegagalan lentur didominasi oleh putusnya serat tarik, sedangkan pembebanan geser menghasilkan keruntuhan berupa geser horizontal pada lamina.
Perpustakaan Digital ITB