Penelitian ini dilatarbelakangi oleh komitmen Indonesia dalam mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada tahun 2030 serta target dekarbonisasi PT Kereta Api Indonesia. Penelitian bertujuan untuk memperoleh karakteristik emisi gas buang dan faktor emisi karbon lokomotif CC206 berbahan bakar B40, menghitung total emisi dan intensitas emisi perjalanan kereta barang Parcel ONS Utara rute Jakarta–Surabaya, serta mengevaluasi pengaruh variasi jumlah rangkaian gerbong terhadap aspek operasional, ekonomi, dan lingkungan.
Metode penelitian berupa studi eksperimental melalui pengukuran langsung emisi gas buang lokomotif CC206 dengan pembebanan self load pada delapan tingkat notch (0–8). Parameter emisi yang diukur meliputi konsentrasi O?, CO?, CO, NO, dan NOx menggunakan flue gas analyzer. Data hasil pengukuran digunakan untuk menyusun model reaksi pembakaran aktual bahan bakar B40. Perhitungan emisi total perjalanan dilakukan dengan mengintegrasikan faktor emisi terhadap profil operasi aktual untuk skenario jumlah gerbong 10, 12, 14, 16, 18, dan 20 gerbong.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan beban daya dari notch 0 hingga notch 8 meningkatkan konsentrasi CO? dari 1,13% menjadi 5,26%, dan konsentrasi NOx dari 14 ppm menjadi 702 ppm, sedangkan konsentrasi O? menurun dari 19,47% menjadi 13,94%. Faktor emisi karbon yang diperoleh sebesar 2,53 kg CO?e/L. Peningkatan jumlah gerbong dari 10 menjadi 20 meningkatkan emisi total perjalanan dari 5.482,96 kg CO?e/trip menjadi 9.159 kg CO?e/trip, namun menurunkan intensitas emisi dari 37,89 g CO?e/ton.km menjadi 31,65 g CO?e/ton.km. Konfigurasi 14 gerbong dipilih sebagai skenario rekomendasi dengan emisi total 6.542,67 kg CO?e/trip dan intensitas emisi 32,30 g CO?e/ton.km. Skenario ini meningkatkan keuntungan tahunan sebesar 428%.
Perpustakaan Digital ITB