digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak_Adissty Putri Sulistiyanto
PUBLIC Open In Flipbook Perpustakaan Prodi Arsitektur

Penurunan praktik Active School Travel (AST) atau perjalanan aktif ke sekolah menjadi fenomena global yang juga terjadi di Indonesia, meskipun kebijakan zonasi pendidikan telah diterapkan untuk mendekatkan jarak tempat tinggal siswa. Penelitian ini didasari oleh permasalahan di SDN 200 Leuwipanjang, Kota Bandung, di mana potensi keterjangkauan spasial di kawasan permukiman padat terhambat oleh rendahnya kualitas ruang yang tidak mendukung keselamatan anak. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan rekomendasi desain kawasan ramah anak yang dapat meningkatkan perjalanan aktif, dengan menjadikan persepsi dan pengalaman subjektif siswa kelas 4 sebagai dasar utama kajian. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran (mixed-methods) dengan strategi sekuensial eksploratori. Fase kualitatif melibatkan observasi, Focus Group Discussion (FGD), Story Map, dan Sticker Voting untuk menggali persepsi anak terhadap lingkungan mereka. Fase kuantitatif dilakukan melalui Visual Preference Survey (VPS) dengan desain Pre-test dan Post-test untuk menguji efektivitas rekomendasi desain yang dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian mengidentifikasi terbentuknya hierarki kebutuhan mobilitas anak, di mana aspek keselamatan dan keamanan dari ancaman lalu lintas serta lingkungan menjadi fondasi mutlak sebelum aspek kenyamanan dan keindahan. Berdasarkan temuan tersebut, dirumuskan intervensi desain yang mencakup penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) komprehensif, pemisahan jalur pejalan kaki visual (at-grade separation) pada jalan lingkungan, transformasi gang sempit menjadi ruang aman, serta penyediaan fasilitas Park 'n' Stride dan Pocket Park. Hasil uji validasi menunjukkan bahwa rekomendasi desain tersebut secara statistik signifikan (p < 0.05) mampu meningkatkan persepsi positif anak terhadap keamanan dan kenyamanan kawasan, dengan dampak peningkatan tertinggi tercatat pada intervensi di area gang. Studi ini menyimpulkan bahwa intervensi infrastruktur mikro yang responsif terhadap persepsi anak sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang mendukung keberlanjutan perjalanan aktif di kawasan permukiman padat perkotaan.