digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Jalan tol Soroja dibangun dalam rangka mengatasi permasalahan aksesibilitas antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung yang berdampak pada rendahnya pengembangan dan pemanfaatan potensi perekonomian yang ada di Kabupaten Bandung. Oleh karena itu, dengan dibangun jalan tol Soroja diharapkan potensi perekonomian Kabupaten Bandung dapat lebih berkembang termasuk sektor pariwisata karena adanya Kawasan Strategis Pariwisata Nasional di Kabupaten Bandung yaitu Kawasan Wisata Ciwidey. Dengan dibukanya jalan tol maka diharapkan terjadi peningkatan jumlah wisatawan. Peningkatan wisatawan dapat berimplikasi pada beban jalan menuju kawasan wisata. Jalan Soreang-Rancabali merupakan satu-satunya jalan untuk mencapai Kawasan Wisata Ciwidey. Dengan demikian, beban Jalan Soreang-Rancabali diperkirakan akan meningkat sejalan dengan peningkatan aktivitas wisata.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak dibukanya jalan tol Soroja terhadap Jalan Soreang-Rancabali. Dalam penelitian ini, pengambilan data dilakukan secara primer maupun sekunder. Survei primer yang dilakukan berupa traffic counting, plate matching, dan observasi jalan sedangkan survei sekunder dilakukan untuk mendapatkan data kinerja Jalan Soreang-Rancabali sebelum dibuka jalan tol Soroja. Berdasarkan analisis, didapatkan kesimpulan bahwa terjadi penurunan kinerja Jalan Soreang-Rancabali sebelum dan sesudah dibuka jalan tol Soroja. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan nilai VCR dan penurunan tingkat pelayanan jalan dari LOS B pada tahun 2015 menjadi LOS C pada tahun 2018. Untuk menanggapi penurunan kinerja jalan tersebut perlu dilakukan intervensi terhadap kapasitas jalan di titik-titik yang dapat memicu kemacetan. Titik-titik pemicu kemacetan yang ada di jalan ini antara lain lembah dan lokasi kegiatan perdagangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi seperti pelebaran jalan dan pengaturan perparkiran.