Fawaz Nurazizi Bagasaldy [19022174]
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Setelah aneksasi Krimea pada tahun 2014, aliansi negara Barat memberlakukan sanksi yang menargetkan berbagai sektor Rusia termasuk keuangan, pertahanan, dan energi dengan tujuan membatasi kekuatan ekonomi negara tersebut. Meskipun banyak ahli memperkirakan akan terjadi destabilisasi besar, Rusia justru menunjukkan kapasitas yang signifikan dalam mengelola dan merespons tekanan sanksi tersebut.
Studi ini meneliti bagaimana Federasi Rusia menyesuaikan sistem rantai pasoknya sebagai respons terhadap sanksi sanksi tersebut, dengan fokus pada strategi dan hasil yang muncul selama periode pasca sanksi awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode campuran, terutama melalui analisis kualitatif terhadap data sekunder berupa dokumen kebijakan, literatur akademik, dan laporan organisasi internasional, yang dilengkapi dengan analisis kuantitatif mengenai ketahanan sektoral menggunakan model Time to Recovery.
Penelitian ini mengidentifikasi empat strategi adaptif utama: substitusi impor, pengalihan arah perdagangan, pengembangan infrastruktur keuangan alternatif, dan pemanfaatan industri yang dikendalikan negara untuk menstabilkan rantai pasok.
Temuan kuantitatif utama menunjukkan bahwa sektor primer, sekunder, dan tersier Rusia memperlihatkan tingkat ketahanan yang berbeda beda, dengan sektor sekunder dan tersier pulih sepenuhnya ke tingkat output pra sanksi pada kuartal I 2018. Kesimpulan umum dari studi ini adalah bahwa meskipun Federasi Rusia belum mencapai kedaulatan ekonomi penuh, strategi strategi adaptif tersebut berhasil mengurangi ketergantungan negara terhadap sistem keuangan dan perdagangan Barat, sehingga memungkinkan terjadinya pemulihan yang terukur dari guncangan ekonomi tahun 2014
Perpustakaan Digital ITB