digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Alya Dewi Fitriana
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Secara global, sekitar 1,05 miliar ton limbah pangan dihasilkan setiap tahun atau setara dengan sekitar 79 kg per kapita, dengan Indonesia sebagai salah satu penyumbang terbesar yang menghasilkan hingga 300 kg per kapita per tahun (UNEP, 2024; Farahdiba et al., 2023). Penelitian ini bertujuan mengembangkan smart label berbasis film kitosan– PVA yang mengandung pigmen alami dari kubis merah, ubi jalar ungu, bunga telang, dan kulit buah naga merah untuk memantau kesegaran udang. Karakterisasi ekstrak dilakukan menggunakan Total Anthocyanin Content (TAC), Total Betacyanin Content (TBC), spektroskopi UV-Vis, FTIR, dan HPLC, sedangkan film indikator dikarakterisasi berdasarkan sifat fisik, mekanik, dan respons perubahan warna terhadap pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kubis merah, ubi jalar ungu, dan bunga telang kaya akan antosianin, sedangkan ekstrak kulit buah naga merah didominasi oleh pigmen betalain. Bunga telang memiliki kandungan antosianin (TAC) tertinggi sebesar 132,22 ± 30,34 mg/100 g, diikuti oleh kubis merah (96,25 ± 8,83 mg/100 g) dan ubi jalar ungu (39,76 ± 7,30 mg/100 g). Sementara itu, ekstrak kulit buah naga merah memiliki kandungan betasianin (TBC) sebesar 6,89 ± 4,80 mg/100 g serta menunjukkan dominasi pigmen betalain. Bunga telang juga menunjukkan perubahan warna paling jelas pada kondisi asam hingga basa. Penambahan ekstrak pigmen berhasil menghasilkan film indikator yang mampu mendeteksi penurunan kesegaran udang secara visual pada penyimpanan suhu ruang maupun suhu kulkas, seiring dengan peningkatan pH udang selama penyimpanan. Secara keseluruhan, bunga telang merupakan sumber pigmen yang paling potensial untuk aplikasi smart label karena memiliki kandungan pigmen yang tinggi, sensitivitas terhadap perubahan pH yang baik, serta kinerja deteksi yang konsisten, diikuti oleh ubi jalar ungu, kubis merah, dan kulit buah naga merah.