Kafein adalah senyawa stimulan yang banyak dikonsumsi dalam kopi, teh, dan minuman berenergi. Meskipun bermanfaat meningkatkan kewaspadaan, konsumsi berlebihan dapat memicu efek samping seperti gangguan tidur dan kecemasan. Karena efek stimulan kafein umumnya hanya bertahan 2-3 jam, konsumen cenderung mengonsumsinya secara berulang. Hal ini mendorong perlunya pengembangan teknologi pelepasan kafein terkontrol (controlled-release) yang mampu mempertahankan efek stimulasi lebih lama tanpa menambah risiko. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem mikroenkapsulasi kafein menggunakan spray dryer untuk menghasilkan profil pelepasan bertahap. Parameter yang dievaluasi mencakup variasi temperatur udara pengering (110°C, 145°C, 180°C) serta jenis agen enkapsulan (whey protein isolate / WPI, inulin, komposit 50:50, dan kontrol tanpa penyalut). Karakterisasi dilakukan melalui uji Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR), morfologi Scanning Electron Microscopy (SEM), dan disolusi in vitro dalam Simulated Gastric Fluid (SGF) menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposit WPI-inulin menghasilkan interaksi fisikokimia sinergis yang membentuk partikel berkerut (wrinkled). Struktur ini sanggup mempertahankan integritas cangkang pelindungnya dari kerusakan akibat tegangan termal ekstrem, sehingga efektif mencegah kebocoran kafein prematur. Formulasi komposit pada suhu pengeringan 180°C terbukti paling optimal dengan efisiensi enkapsulasi tertinggi (75,48%). Sistem ini menekan burst release secara signifikan di fase awal lambung (pelepasan 20% pada 20 menit pertama) dan memberikan profil pelepasan bertahap yang stabil (~66% pada menit ke-180). Secara kinetika, pelepasannya dikendalikan oleh mekanisme transpor anomali non fickian. Kesimpulannya, komposit WPI-inulin terbukti efektif sebagai sistem pelepasan terkontrol yang potensial diaplikasikan pada industri pangan fungsional dan farmasi.
Perpustakaan Digital ITB