Penerangan Jalan Umum (PJU) merupakan fasilitas umum yang memerlukan energi sangat besar sehingga diperlukan sumber energi yang lebih hemat. Lampu LED dapat dipakai untuk mengatasi permasalahan tersebut, karena daya lebih kecil. PJU yang jumlahnya banyak dan tersebar menyebabkan petugas mengalami kesulitan dalam pemantauan secara manual dan mengakibatkan lambatnya respon jika terjadi masalah. Sistem PJU cerdas dibuat dengan tujuan mengurangi penggunaan daya yang tidak efisien dan dapat memberikan notifikasi kepada petugas jika terjadi masalah pada PJU. Arduino merupakan salah satu modul yang dipakai dalam memberikan solusi pada permasalahan tersebut, dengan tambahan modul sensor, GSM dan wifi. Sensor yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem PJU dalam bentuk prototipe adalah sensor gerak dan photodioda. Ada dua kondisi utama sistem yang dideteksi oleh photodioda, yaitu kondisi terang atau siang hari, kondisi gelap atau malam hari dan kondisi mendung. Pada saat kondisi cahaya terang, lampu jalan tidak menyala. Sebaliknya, saat kondisi cahaya gelap atau mendung, lampu penerangan jalan mulai menyala. Selain itu, terdapat sensor gerak x-band motion detector berfungsi untuk mendeteksi objek yang bergerak, seperti manusia, hewan dan kendaraan. Pada kondisi sensor tidak mendeteksi ada gerakan maka lampu PJU akan mengalami peredupan sampai 30% dari pencahayaan maksimal lampu tersebut. Sebaliknya ketika sensor mendeteksi objek bergerak, lampu PJU akan menjadi terang 100% dari daya maksimal lampu tersebut. Pada penelitian ini menunjukkan penghematan daya dapat mencapai 60% dengan jenis lampu yang sama. Sistem ini dilengkapi dengan sistem notifikasi ke handphone jika terjadi masalah pada sistem PJU Cerdas tersebut. Pengiriman data ke cloud dapat memudahkan masyarakat dan petugas dalam memantau penerangan jalan umum.
Perpustakaan Digital ITB