Komposisi layanan web bergaya REST sebagian besar masih dilakukan secara
manual karena dokumentasi layanan bersifat heterogen dan tidak selalu
menyediakan deskripsi semantik yang lengkap. Pendekatan komposisi layanan
otomatis yang sudah ada umumnya mengasumsikan ketersediaan deskripsi formal
yang kaya dan terstruktur, padahal asumsi tersebut sulit dipenuhi dalam praktik
nyata. Oleh karena itu, muncul pertanyaan mengenai tingkat kelengkapan
deskripsi layanan yang diperlukan agar komposisi layanan yang valid tetap dapat
dihasilkan.
Penelitian ini mengembangkan sistem perencanaan komposisi layanan berbasis
large language model (LLM) dengan retrieval-augmented generation (RAG).
Sistem yang terdiri dari basis pengetahuan, modul retrieval, dan mesin komposisi
berbasis LLM dirancang dan diimplementasikan untuk menghasilkan urutan
endpoint dalam format JSON. Untuk mengkaji pengaruh kelengkapan deskripsi,
disusun lima tingkat deskripsi semantik, dari yang paling lengkap dan terstruktur
hingga klausa fungsi yang paling ringkas.
Evaluasi dilakukan menggunakan 57 skenario Spotify dan 100 skenario TMDB
dari dataset RestBench. Setelah deskripsi endpoint dan data acuan diselaraskan
dengan spesifikasi OpenAPI yang disediakan RestBench, dua eksperimen Spotify
yang dilakukan menghasilkan F1-score rata-rata 0,760 dan 0,751, sedangkan
eksperimen TMDB menghasilkan F1-score rata-rata 0,681. Hasil ini
menunjukkan bahwa penyederhanaan deskripsi layanan tidak selalu menurunkan
kinerja secara monoton: tingkat 1-3 tetap kompetitif, tingkat 4 kompetitif pada
Spotify, sedangkan tingkat 5 berbeda jauh dengan tingkat-tingkat sebelumnya
karena kehilangan informasi penting. Analisis lanjutan terhadap kesalahan
menunjukkan bahwa kegagalan utama berasal dari penghilangan endpoint
pencarian atau pengambilan data yang menjadi prasyarat implisit, terutama pada
rantai komposisi yang panjang. Kesimpulan dari penelitian ini adalah deskripsi
semantik yang disederhanakan dapat digunakan untuk perencanaan komposisi
berbasis LLM dan RAG, tetapi inferensi dependensi data implisit serta kepatuhan
format keluaran masih perlu ditingkatkan sebelum sistem digunakan untuk
orkestrasi di dunia nyata.
Perpustakaan Digital ITB