Electrical Submersible Pump (ESP) merupakan metode artificial lift yang
banyak digunakan dalam industri produksi minyak. Kondisi operasi ESP umumnya
dipantau melalui ammeter chart, yaitu grafik polar yang merekam perubahan arus
motor terhadap waktu. Interpretasi ammeter chart secara manual bergantung pada
pengalaman engineer sehingga rentan subjektif, memakan waktu, dan sulit
dilakukan secara konsisten. Penelitian ini mengembangkan pendekatan deep
learning berbasis Explainable Artificial Intelligence (XAI) untuk
mengklasifikasikan citra ammeter chart ke dalam 15 kelas kondisi ESP serta
memberikan penjelasan visual terhadap dasar prediksi model. Tantangan utama
penelitian ini adalah acquisition gap, yaitu perbedaan distribusi antara citra digital
bersih dan foto layar yang diambil menggunakan kamera ponsel di lapangan. Foto
kamera dapat mengalami distorsi perspektif, perubahan pencahayaan, pantulan
cahaya, blur, derau, dan artefak kompresi. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang
strategi augmentasi akuisisi yang mensimulasikan degradasi geometris, fotometrik,
dan sensor selama proses pelatihan. Empat arsitektur CNN dievaluasi, yaitu
SmallCNN, MobileNetV3, ResNet-50, dan ConvNeXt-Tiny, dengan Grad-CAM
dan LIME sebagai metode XAI. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ConvNeXt-
Tiny mencapai akurasi 100% dan macro-F1 1,000 pada citra bersih. Pada foto
kamera nyata, augmentasi akuisisi meningkatkan performa secara signifikan,
misalnya ResNet-50 meningkat dari 10,7% menjadi 89,3% berdasarkan uji
McNemar dengan nilai p < 0,05, serta memperbaiki kalibrasi model dengan
penurunan ECE dari 0,66 menjadi 0,07. ConvNeXt-Tiny menjadi model terbaik
pada foto kamera dengan akurasi 93,3%. Visualisasi Grad-CAM dan LIME
menunjukkan bahwa model berfokus pada area kurva arus yang relevan secara
domain, bukan pada elemen latar seperti teks atau bingkai grafik. Sistem juga
diwujudkan dalam prototipe aplikasi mobile berbasis iOS yang mengintegrasikan
input citra, klasifikasi, dan visualisasi XAI secara end-to-end. Hasil ini
menunjukkan bahwa pendekatan yang dikembangkan berpotensi menjadi sistem
pendukung diagnosis ESP berbasis foto ponsel yang lebih andal dan transparan.
Perpustakaan Digital ITB