Migrasi sistem monolitik ke microservices sering menghadapi tantangan yang
diremehkan, yaitu dekomposisi basis data. Jika pembagian data tidak dirancang
dengan baik, layanan baru tetap berbagi basis data yang sama sehingga sistem
berubah menjadi distributed monolith. Penentuan batas layanan biasanya
dilakukan secara intuitif, sementara pendekatan otomatis yang ada bergantung
pada kode sumber atau runtime yang tidak selalu tersedia lengkap, terutama pada
sistem lama.
Tugas Akhir ini mengusulkan pendekatan data-centric untuk mendekomposisi
basis data monolitik menjadi kandidat database-per-service, dengan memodelkan
skema basis data sebagai graf berbobot yang menggabungkan relasi Foreign Key
dan kemiripan makna antar tabel. Graf ini dipartisi menggunakan lima algoritma
unsupervised graph clustering (Louvain, Leiden, Infomap, Markov Clustering,
Girvan-Newman) pada berbagai skenario pembobotan dan karakteristik skema.
Penelitian menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM), di mana
rancangan diuji berulang melalui siklus perancangan, demonstrasi, dan evaluasi
pada empat skema basis data nyata, lalu divalidasi menggunakan metrik kualitas
graf dan metrik beban kerja query nyata.
Hasil menunjukkan tidak ada satu bobot atau algoritma yang paling baik untuk
semua kondisi, meski Leiden paling konsisten. Metrik kualitas graf dan beban
kerja query juga tidak selalu sejalan, sehingga validasi keduanya penting untuk
menilai partisi secara utuh. Penelitian ini menghasilkan hasil partisi awal yang
terukur bagi pengembang yang belum memiliki gambaran dekomposisi layanan.
Perpustakaan Digital ITB