digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Farel Winalda
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Migrasi sistem monolitik ke microservices sering menghadapi tantangan yang diremehkan, yaitu dekomposisi basis data. Jika pembagian data tidak dirancang dengan baik, layanan baru tetap berbagi basis data yang sama sehingga sistem berubah menjadi distributed monolith. Penentuan batas layanan biasanya dilakukan secara intuitif, sementara pendekatan otomatis yang ada bergantung pada kode sumber atau runtime yang tidak selalu tersedia lengkap, terutama pada sistem lama. Tugas Akhir ini mengusulkan pendekatan data-centric untuk mendekomposisi basis data monolitik menjadi kandidat database-per-service, dengan memodelkan skema basis data sebagai graf berbobot yang menggabungkan relasi Foreign Key dan kemiripan makna antar tabel. Graf ini dipartisi menggunakan lima algoritma unsupervised graph clustering (Louvain, Leiden, Infomap, Markov Clustering, Girvan-Newman) pada berbagai skenario pembobotan dan karakteristik skema. Penelitian menggunakan Design Science Research Methodology (DSRM), di mana rancangan diuji berulang melalui siklus perancangan, demonstrasi, dan evaluasi pada empat skema basis data nyata, lalu divalidasi menggunakan metrik kualitas graf dan metrik beban kerja query nyata. Hasil menunjukkan tidak ada satu bobot atau algoritma yang paling baik untuk semua kondisi, meski Leiden paling konsisten. Metrik kualitas graf dan beban kerja query juga tidak selalu sejalan, sehingga validasi keduanya penting untuk menilai partisi secara utuh. Penelitian ini menghasilkan hasil partisi awal yang terukur bagi pengembang yang belum memiliki gambaran dekomposisi layanan.