digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia, dengan lebih dari 20 juta penderita saat ini. Kebutuhan akan perangkat diagnostik yang cepat dan terjangkau mendorong pengembangan biosensor elektrokimia berbasis polimer konduktif sebagai solusi Point-of-Care Testing (POCT). Penelitian ini mengembangkan biosensor glukosa berbasis polianilina (PANI) pada screen-printed carbon electrode (SPCE) menggunakan pendekatan one-pot Electropolymerisation dalam sistem flow cell. Parameter elektropolimerisasi dioptimasi melalui metode chronoamperometry (CA), diikuti evaluasi tiga strategi imobilisasi enzim glukosa oksidase (GOx): PANI+GA+GOx, PANI/GA/GOx, dan PANI+GOx. Karakterisasi dilakukan menggunakan FTIR-ATR, SEM-EDX, cyclic voltammetry (CV), differential pulse voltammetry (DPV), dan chronoamperometry (CA). Kondisi optimum elektropolimerisasi dicapai pada konsentrasi anilin 10 mM dalam 0,1 M H?SO?, potensial +0,6 V, selama 10 menit. Sistem imobilisasi PANI+GA+GOx memiliki morfologi permukaan granular yang tersebar secara merata, serta terkonfirmasi terjadi peningkatan kandungan oksigen dari 14,63% menjadi 18,32% berdasarkan analisis EDX. Kondisi optimum flow cell diperoleh pada laju alir 20 ml/hr dan pH 4. Sistem PANI+GA+GOx dalam konfigurasi flow cell menghasilkan sensitivitas tertinggi sebesar 58,96 ?A·mM?¹·cm?² (DPV, 1–10 mM, R² = 0,921) dan LOD terendah 15,47 ?M (CA, 10–100 ?M, R² = 0,950). Selektivitas terhadap dopamin, asam askorbat, dan asam laktat dikonfirmasi dengan respons interferan yang sangat minimal. Penelitian ini membuktikan bahwa biosensor PANI melalui one-pot electropolymerisation dalam flow cell merupakan pendekatan yang efektif dan reprodusibel, berpotensi dikembangkan sebagai perangkat POCT ekonomis untuk pemantauan diabetes di fasilitas kesehatan primer.