digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


COVER Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Ikrima Fauzia Ma'any
Terbatas  Tita Nursari
» Gedung UPT Perpustakaan

Biodiesel merupakan bahan bakar terbarukan yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi minyak dengan alkohol. Di Indonesia, produksi biodiesel terus meningkat dan diproyeksikan mencapai 19,5 juta kiloliter pada tahun 2026. Peningkatan produksi ini mendorong kebutuhan katalis dalam proses transesterifikasi. Biodiesel umumnya diproduksi dari minyak sawit menggunakan katalis homogen yang bersifat korosif, rentan menyebabkan saponifikasi, serta sulit dipisahkan dari produk reaksi. Oleh karena itu, katalis heterogen dikembangkan sebagai alternatif yang lebih efisien dan mudah dipisahkan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis katalis basa heterogen berbasis abu Sargassum sp. melalui proses pengabuan, impregnasi KOH, dan kalsinasi, serta menganalisis pengaruh suhu kalsinasi (600, 700, dan 800 °C) dan persentase katalis (1, 3, dan 5 wt%) terhadap perolehan dan karakteristik biodiesel. Karakterisasi katalis meliputi pengujian kebasaan, kandungan kalium, luas permukaan, volume pori, dan morfologi permukaan menggunakan metode titrasi, atomic absorption spectroscopy (AAS), Brunauer–Emmett–Teller (BET), dan scanning electron microscopy (SEM). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak sawit untuk menghasilkan biodiesel. Karakteristik biodiesel dianalisis berdasarkan densitas, viskositas kinematik, dan komposisi fatty acid methyl ester (FAME) menggunakan gas chromatography–mass spectrometry (GC-MS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa katalis terbaik diperoleh pada suhu kalsinasi 700 °C dengan kebasaan 13,619 mmol/g, luas permukaan 2,2464 m2/g, dan volume pori 0,003635 cm3/g, serta morfologi permukaan yang kasar dan berpori. Suhu kalsinasi memberikan pengaruh signifikan terhadap kebasaan katalis dengan rentang 10,809–13,619 mmol/g. Selain itu, suhu kalsinasi dan persentase katalis juga berpengaruh signifikan terhadap perolehan biodiesel, yaitu sebesar 94,24–97,45% (w/w). Suhu kalsinasi turut mempengaruhi karakteristik biodiesel secara signifikan, dengan densitas sebesar 0,852–0,899 g/mL dan viskositas sebesar 6,49–7,96 cSt. Berdasarkan analisis GC- MS, biodiesel yang dihasilkan pada kondisi terbaik (700 °C, 1 wt%) memiliki kandungan FAME sebesar 98,57%.