digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Pewarna sintetis banyak digunakan di berbagai industri, terutama tekstil, dan dikenal sebagai penyumbang utama pencemaran lingkungan akibat kandungan bahan kimia yang tinggi. Geopolimer berpori (PGP) berpotensi menjadi material adsorben alternatif melalui mekanisme adsorpsi, salah satu metode paling efektif untuk menghilangkan polutan pewarna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan PGP sebagai adsorben untuk pengolahan air limbah dengan mengoptimalkan komposisi dan parameter proses guna memperoleh porositas yang efektif. Abu terbang kelas F yang kaya silika dan alumina digunakan sebagai prekursor, diaktivasi dengan kombinasi natrium hidroksida dan natrium silikat. Pembentukan pori ditingkatkan melalui penambahan hidrogen peroksida (H?O?) dan natrium dodesil sulfat (SDS), yang meningkatkan porositas geopolimer. Tujuh sampel disintesis, enam di antaranya dengan variasi rasio Si/Al dan satu tanpa aditif pembentuk pori. Sampel 3, 4, dan 5 menunjukkan morfologi permukaan terbaik dengan jumlah pori yang memadai, sehingga dipilih untuk uji adsorpsi dan desorpsi. Sampel 4 memiliki efisiensi penghilangan pewarna tertinggi pada konsentrasi awal tinggi, sedangkan sampel 5 terbaik pada konsentrasi rendah. Uji desorpsi menunjukkan bahwa air demineral tidak cukup untuk melepaskan seluruh pewarna dari permukaan PGP. Ketiga sampel kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, analisis BET, TPA, dan XRD. Hasil XRD menunjukkan keberhasilan proses geopolisasi dengan peningkatan fase amorf dibandingkan abu terbang mentah. Analisis BET mengonfirmasi peningkatan luas permukaan dan porositas akibat aditif pembentuk pori, dengan sampel 4 menunjukkan hasil tertinggi. TPA menunjukkan korelasi positif antara rasio Si/Al yang lebih tinggi dan kekuatan tekan. SEM juga membuktikan bahwa H?O? dan SDS secara signifikan meningkatkan porositas matriks geopolimer.