Pewarna sintetis banyak digunakan di berbagai industri, terutama tekstil, dan dikenal
sebagai penyumbang utama pencemaran lingkungan akibat kandungan bahan kimia yang
tinggi. Geopolimer berpori (PGP) berpotensi menjadi material adsorben alternatif melalui
mekanisme adsorpsi, salah satu metode paling efektif untuk menghilangkan polutan
pewarna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan PGP sebagai adsorben untuk
pengolahan air limbah dengan mengoptimalkan komposisi dan parameter proses guna
memperoleh porositas yang efektif. Abu terbang kelas F yang kaya silika dan alumina
digunakan sebagai prekursor, diaktivasi dengan kombinasi natrium hidroksida dan
natrium silikat. Pembentukan pori ditingkatkan melalui penambahan hidrogen peroksida
(H?O?) dan natrium dodesil sulfat (SDS), yang meningkatkan porositas geopolimer. Tujuh
sampel disintesis, enam di antaranya dengan variasi rasio Si/Al dan satu tanpa aditif
pembentuk pori. Sampel 3, 4, dan 5 menunjukkan morfologi permukaan terbaik dengan
jumlah pori yang memadai, sehingga dipilih untuk uji adsorpsi dan desorpsi. Sampel 4
memiliki efisiensi penghilangan pewarna tertinggi pada konsentrasi awal tinggi,
sedangkan sampel 5 terbaik pada konsentrasi rendah. Uji desorpsi menunjukkan bahwa
air demineral tidak cukup untuk melepaskan seluruh pewarna dari permukaan PGP.
Ketiga sampel kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM, analisis BET, TPA, dan
XRD. Hasil XRD menunjukkan keberhasilan proses geopolisasi dengan peningkatan fase
amorf dibandingkan abu terbang mentah. Analisis BET mengonfirmasi peningkatan luas
permukaan dan porositas akibat aditif pembentuk pori, dengan sampel 4 menunjukkan
hasil tertinggi. TPA menunjukkan korelasi positif antara rasio Si/Al yang lebih tinggi dan
kekuatan tekan. SEM juga membuktikan bahwa H?O? dan SDS secara signifikan
meningkatkan porositas matriks geopolimer.
Perpustakaan Digital ITB