Danau bekas tambang (pit lake) yang terbentuk pada void O berpotensi mengalami
air asam tambang (AAT) akibat oksidasi pirit, sehingga air memiliki pH asam dan
konsentrasi logam terlarut tinggi. Prediksi jangka panjang diperlukan untuk
perencanaan penutupan tambang dan evaluasi potensi pemanfaatan air. Penelitian
ini bertujuan mensimulasikan kualitas air void O selama 10 tahun, menganalisis
stratifikasi pH antar lapisan (permukaan, tengah, dasar), serta mengevaluasi
potensinya sebagai sumber air baku. Simulasi menggunakan model PITLAKQ yang
mengombinasikan CE-QUAL-W2 dan PHREEQC. Kondisi awal ditentukan
dengan membandingkan tiga alternatif (IC_low, IC_mid, IC_high) terhadap data
pemantauan, lalu skenario dengan kinerja kalibrasi terbaik (IC_low) dipilih untuk
simulasi sepuluh tahun. Debit limpasan dihitung dengan HEC-HMS metode SCS-
CN, dengan nilai koefisien limpasan (C) diturunkan dari analisis NDVI citra satelit.
Konsentrasi inflow diadopsi dari uji pelindian Tuheteru et al. (2024). Kinerja model
dievaluasi terhadap elevasi muka air dan empat metrik statistik (NSE, RSR, PBIAS,
KGE) pada tahap kalibrasi. Hasil menunjukkan model mampu merepresentasikan
pola dan tren pH hasil pemantauan secara memadai untuk tujuan simulasi yang
bersifat eksploratif. Selama 10 tahun, pH lapisan permukaan konsisten lebih tinggi
daripada lapisan dasar, mengindikasikan karakter meromiktik. Lonjakan pH
permukaan berulang pada musim hujan akibat dilusi presipitasi dan pelepasan CO2.
Kualitas air belum memenuhi baku mutu PP 22/2021 Kelas I, dengan besi (Fe)
sebagai limiting parameter. Namun, kuantitas air mencukupi untuk pemanfaatan
terbatas dengan pengolahan.
Perpustakaan Digital ITB