digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
PUBLIC Open In Flipbook Nugi Nugraha

Danau bekas tambang (pit lake) yang terbentuk pada void O berpotensi mengalami air asam tambang (AAT) akibat oksidasi pirit, sehingga air memiliki pH asam dan konsentrasi logam terlarut tinggi. Prediksi jangka panjang diperlukan untuk perencanaan penutupan tambang dan evaluasi potensi pemanfaatan air. Penelitian ini bertujuan mensimulasikan kualitas air void O selama 10 tahun, menganalisis stratifikasi pH antar lapisan (permukaan, tengah, dasar), serta mengevaluasi potensinya sebagai sumber air baku. Simulasi menggunakan model PITLAKQ yang mengombinasikan CE-QUAL-W2 dan PHREEQC. Kondisi awal ditentukan dengan membandingkan tiga alternatif (IC_low, IC_mid, IC_high) terhadap data pemantauan, lalu skenario dengan kinerja kalibrasi terbaik (IC_low) dipilih untuk simulasi sepuluh tahun. Debit limpasan dihitung dengan HEC-HMS metode SCS- CN, dengan nilai koefisien limpasan (C) diturunkan dari analisis NDVI citra satelit. Konsentrasi inflow diadopsi dari uji pelindian Tuheteru et al. (2024). Kinerja model dievaluasi terhadap elevasi muka air dan empat metrik statistik (NSE, RSR, PBIAS, KGE) pada tahap kalibrasi. Hasil menunjukkan model mampu merepresentasikan pola dan tren pH hasil pemantauan secara memadai untuk tujuan simulasi yang bersifat eksploratif. Selama 10 tahun, pH lapisan permukaan konsisten lebih tinggi daripada lapisan dasar, mengindikasikan karakter meromiktik. Lonjakan pH permukaan berulang pada musim hujan akibat dilusi presipitasi dan pelepasan CO2. Kualitas air belum memenuhi baku mutu PP 22/2021 Kelas I, dengan besi (Fe) sebagai limiting parameter. Namun, kuantitas air mencukupi untuk pemanfaatan terbatas dengan pengolahan.