Emisi CO? dari pembakaran bahan bakar fosil merupakan kontributor utama pemanasan
global, sehingga penangkapan CO? post-combustion menjadi penting. Adsorpsi dengan
padatan berpori dipilih karena kebutuhan energi regenerasi yang rendah dan toleransi
suhu yang luas, sedangkan Rotating Packed Bed (RPB) berbentuk Spinning Basket
Adsorber (SBA) diusulkan sebagai kontaktor intensif. Penelitian ini melakukan simulasi
Computational Fluid Dynamics (CFD) dan pemodelan perpindahan massa pada RPB dan
fixed-bed untuk adsorpsi CO?. Geometri tiga dimensi dibangun di SOLIDWORKS® dan
disimulasikan di ANSYS WORKBENCH® menggunakan unggun teresolusi partikel,
model turbulensi k-? realizable, pendekatan Multiple Reference Frame (MRF), dan
skema SIMPLE; homogenitas pencampuran dinilai melalui koefisien variasi usia rerata
(CoVage) yang diselesaikan sebagai User-Defined Scalar. Simulasi mencakup variasi
konfigurasi geometri, laju alir, laju putar, dan diameter partikel, kemudian dilanjutkan
dengan analisis hambatan perpindahan massa eksternal–internal serta prediksi kurva
breakthrough untuk tujuh adsorben dari literatur. Konfigurasi tanpa propeller, ber-shell
rendah, ber-baffle, dan ber-basket terbuka memberikan pencampuran terbaik (CoVage
0,25–0,30) dengan kecepatan interstisial rata-rata unggun 0,0190–0,0283 m/s. Kecepatan
relatif gas–padat pada RPB dikendalikan oleh laju putar (R² = 0,999) dan hampir tidak
dipengaruhi laju alir, sedangkan pada fixed-bed berbanding lurus dengan laju alir; RPB
baru mengungguli fixed-bed pada laju putar di atas 312,4 rpm untuk laju alir 400
mL/menit. Hambatan film eksternal dapat diabaikan (next > 0,987; kriteria Mears < 0,022)
dan hambatan internal baru membatasi pada pelet berukuran besar. Kurva breakthrough
fixed-bed memperlihatkan front tajam (PFR), sedangkan RPB melebar (CSTR).
Perpustakaan Digital ITB