digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sky Lancing Paragliding adalah satu-satunya operator paralayang tandem di Lombok yang memiliki lisensi resmi dari Fédération Aéronautique Internationale (FAI) dan Federasi Aerosport Indonesia (FASI). Bisnis ini beroperasi dari satu lokasi terbang di Lancing Hill, yang menghadap angin tenggara dan hanya dapat beroperasi dari April hingga November. Setiap Desember sampai Maret, angin bergeser ke barat dan lokasi tutup total, menyebabkan potensi kehilangan pendapatan sekitar 1,5 miliar rupiah per tahun. Penelitian ini menerapkan scenario planning untuk mengembangkan arah pertumbuhan strategis yang jelas bagi Sky Lancing Paragliding. Data primer dikumpulkan melalui delapan wawancara mendalam semi-terstruktur bersama staf internal, pelanggan, dan mitra agen perjalanan, didukung oleh observasi langsung dan observasi partisipan di lokasi terbang, antara Januari dan Maret 2026, menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif tunggal. Data sekunder diperoleh dari Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat dan Badan Pusat Statistik. Lingkungan bisnis dianalisis menggunakan PESTEL, Porter’s Five Forces, SWOT, dan TOWS untuk mengidentifikasi driving forces dan ketidakpastian kritis. Ketidakpastian dan skenario kemudian divalidasi melalui benchmarking dengan bisnis paralayang tandem serupa di Turki, Nepal, India, Swiss, dan Bali. Dua ketidakpastian kritis yang membentuk masa depan bisnis adalah pertumbuhan permintaan wisata di Lombok dan variabilitas angin di Lancing Hill. Keduanya membentuk matriks 2x2 dengan empat skenario yang plausibel: Soaring Solo, Squeezed Skies, Steady Winds, dan Tough Headwinds. Masing-masing skenario dilengkapi dengan narasi, opsi strategis, dan early warning signals untuk membantu manajemen mendeteksi skenario mana yang mulai terwujud. Analisis menunjukkan bahwa langkah pertumbuhan paling kuat adalah membuka lokasi terbang kedua di zona angin yang berbeda. Hal ini didukung oleh empat action lines lainnya: memperluas pool pilot berlisensi, menambah paket penerbangan multi-day dan sunset, mempertahankan kepemimpinan dalam keselamatan dan lisensi, serta membangun rutinitas pemantauan early warning signals. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa penerapan praktis scenario planning di sektor wisata petualangan Indonesia, sekaligus memberikan kompas strategis bagi Sky Lancing Paragliding untuk tumbuh dengan percaya diri di tengah ketidakpastian.