digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Marshaniswah Miladia Rahima [17222011]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Rumination cycle merupakan merupakan fenomena psikologis yang didefinisikan sebagai proses pengulangan pikiran negatif secara berlebihan dan mendalam tanpa menghasilkan solusi. Fenomena ini berkontribusi terhadap munculnya berbagai gangguan psikologis, seperti stres, kecemasan, dan depresi, khususnya pada individu yang mengalami peristiwa emosional signifikan, seperti kehilangan, kegagalan, dan putus cinta. Meskipun banyak dikaji dalam bidang psikologi, representasinya dalam karya seni, khususnya wearable art, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merepresentasikan rumination cycle melalui eksplorasi teknik fabric manipulation pada wearable art sebagai media untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap isu kesehatan mental. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksplorasi artistik melalui studi literatur, observasi visual, eksperimen material, dan survei terhadap 36 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan hidup, kegagalan, dan kehilangan merupakan pemicu utama rumination cycle. Kondisi tersebut secara visual diasosiasikan dengan warna gelap, tekstur yang berat dan kasar, serta bentuk yang tidak beraturan dan terfragmentasi. Kajian komparatif terhadap karya Rei Kawakubo, Alexander McQueen, Nick Cave, dan Mella Jaarsma menjadi acuan dalam pengembangan konsep visual, dengan kebaruan penelitian terletak pada pemanfaatan teknik fabric manipulation untuk merepresentasikan fenomena psikologis secara naratif. Hasil akhir penelitian berupa tiga karya wearable art yang menggambarkan rumination cycle melalui eksplorasi bentuk, tekstur, dan material. Penelitian ini menunjukkan bahwa wearable art tidak hanya berfungsi sebagai karya busana, tetapi juga sebagai media reflektif yang mampu mengomunikasikan isu kesehatan mental melalui pendekatan seni kriya kontemporer.