Stres kerja merupakan permasalahan yang banyak dialami oleh pekerja muda di wilayah
perkotaan, khususnya pada rentang usia 21–30 tahun. Tingginya tuntutan pekerjaan, tekanan
waktu, serta ritme kerja yang cepat sering kali memicu stres akut ringan yang tidak selalu disadari
maupun dikelola dengan baik. Di sisi lain, teh sebagai minuman yang dekat dengan kehidupan
sehari-hari memiliki asosiasi dengan rasa tenang dan relaksasi, serta didukung oleh kajian ilmiah
mengenai potensinya dalam membantu meredakan stres. Namun, pemanfaatan teh sebagai
medium edukasi kesehatan mental melalui kampanye sosial berbasis komunikasi visual masih
relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kampanye sosial yang mampu
meningkatkan kesadaran pekerja muda terhadap stres kerja akut, sekaligus memperkenalkan teh
sebagai bentuk stress-relief sederhana yang dapat diterapkan dalam keseharian. Metode
perancangan yang digunakan adalah Double Diamond, yang mencakup tahap Discover, Define,
Develop, dan Deliver. Landasan teori yang digunakan meliputi teori kampanye komunikasi dari
Rogers dan Storey, strategi DRIP Marketing Communications, serta teori komunikasi visual.
Pengumpulan data dilakukan melalui studi literatur dan wawancara mendalam dengan pekerja
muda untuk menggali persepsi terhadap stres, kebiasaan coping, serta preferensi visual audiens.
Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi perancangan kampanye sosial yang menekankan
pendekatan visual yang tenang, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan pekerja urban.
Rekomendasi tersebut mencakup strategi pesan, tone komunikasi, serta pemilihan media
kampanye yang bertujuan membangun kesadaran, keterlibatan emosional, dan mendorong
audiens untuk menerapkan ritual sederhana minum teh sebagai bagian dari pengelolaan stres.
Perancangan ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendekatan kampanye kesehatan mental
yang lebih ringan, relevan, dan mudah diterima oleh pekerja muda.
Perpustakaan Digital ITB