digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Anindita Putri [27125075]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Tidak semua anak tumbuh dalam struktur keluarga yang lazim direpresentasikan dalam buku cerita anak Indonesia, yakni dikelilingi kehadiran lengkap figur ibu dan ayah. Ketimpangan antara realitas sosial dan keterbatasan representasi visual ini berisiko menciptakan alienasi simbolik bagi anak dari keluarga ibu tunggal. Kajian ini menawarkan kebaruan dengan menjembatani analisis wacana multimodal dan pengukuran afektif empiris untuk mengungkap dinamika negosiasi identitas pada pembaca usia 6-7 tahun. Melalui desain embedded mixed-methods, penelitian ini membedah representasi visual pada enam buku cerita bergambar yang mencakup kategori keluarga ibu tunggal, keluarga inti, dan keluarga besar. Analisis dilakukan melalui strategi encoding visual menggunakan kerangka Visual Grammar yang diintegrasikan dengan proses decoding melalui instrumen klasifikasi biner dan uji statistik Wilcoxon. Temuan mengungkap bahwa representasi keluarga ibu tunggal yang mengusung narasi resiliensi memberikan pengaruh signifikan dengan kekuatan efek yang besar terhadap peningkatan respons afektif positif anak. Integrasi data menunjukkan adanya pluralitas makna dalam proses decoding, di mana respons anak sangat dipengaruhi oleh resonansi memori personal terhadap detail objek keseharian yang berfungsi sebagai cermin atas realitas anak. Sebaliknya, citra keluarga inti yang terlalu normatif memicu kejenuhan atensi hingga resistensi afektif ekstrem sebagai bentuk oppositional reading. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bagi anak ibu tunggal, validasi struktur realitas merupakan prasyarat mutlak bagi terciptanya rasa aman sebelum mereka mampu mengakses dunia imajinasi. Sebagai implikasi praktis, strategi desain buku cerita bergambar untuk ibu tunggal sebaiknya menerapkan pemanfaatan objek akrab bagi anak, redefinisi otoritas ibu, mitigasi figur ayah, serta kontras warna sebagai navigasi afektif guna menjaga stabilitas emosi pembaca.