digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan

Metode pengukuran resistivitas tanah yang awalnya banyak digunakan pada bidang hidrogeologi kini terus berkembang ke bidang lain, salah satunya adalah pertanian presisi. Pertanian presisi memanfaatkan informasi resistivitas tanah untuk memahami karakter tanah sehingga memungkinkan penerapan perlakuan spesifik pada setiap area lahan. Meski tersedia berbagai produk komersial untuk pengukuran resistivitas tanah, harganya relatif mahal dan tidak sebanding dengan kebutuhan pengukuran pada kedalaman dangkal, yaitu antara 0 hingga 0,5 meter. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan alat pengukuran resistivitas tanah berbiaya rendah yang sesuai dengan kebutuhan pertanian presisi. Alat ini dirancang untuk melakukan pengukuran dengan delapan elektroda yang dikendalikan melalui sistem switching berbasis MOSFET dan multiplexer CD4051, sehingga mampu melakukan pengukuran dengan metode Wenner, Schlumberger, dan Dipole-Dipole. Pengukuran arus dilakukan menggunakan sensor arus INA226. Sedangkan pengukuran tegangan menggunakan ADC ADS1115 dengan tambahan buffer OpAmp LM2902. Hasil pengujian menunjukkan akurasi alat terbatas pada pengukuran arus sebesar 1,2 mA dengan eror sebesar 6,56% dan pengukuran tegangan pada 12 mV dengan eror 6,48%. Alat mampu mengukur hingga kedalaman 0,52 meter dengan metode Wenner dan Schlumberger, meskipun hasil pengukuran masih dipengaruhi oleh self potential dari tanah. Pada metode Dipole-Dipole, alat memerlukan sumber arus yang lebih besar terutama pada konfigurasi n ? 4. Dengan biaya pembuatan sebesar Rp724.600, alat ini masih memerlukan beberapa penyesuaian sebelum dapat dijadikan alternatif dari alat pengukuran resistivitas komersial.