ABSTRAK Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
COVER Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Nur Tsaqif Danial Putra
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas  Yati Rochayati
» Gedung UPT Perpustakaan
Metode pengukuran resistivitas tanah yang awalnya banyak digunakan pada bidang
hidrogeologi kini terus berkembang ke bidang lain, salah satunya adalah pertanian
presisi. Pertanian presisi memanfaatkan informasi resistivitas tanah untuk
memahami karakter tanah sehingga memungkinkan penerapan perlakuan spesifik
pada setiap area lahan. Meski tersedia berbagai produk komersial untuk pengukuran
resistivitas tanah, harganya relatif mahal dan tidak sebanding dengan kebutuhan
pengukuran pada kedalaman dangkal, yaitu antara 0 hingga 0,5 meter. Oleh karena
itu, penelitian ini berfokus pada pengembangan alat pengukuran resistivitas tanah
berbiaya rendah yang sesuai dengan kebutuhan pertanian presisi. Alat ini dirancang
untuk melakukan pengukuran dengan delapan elektroda yang dikendalikan melalui
sistem switching berbasis MOSFET dan multiplexer CD4051, sehingga mampu
melakukan pengukuran dengan metode Wenner, Schlumberger, dan Dipole-Dipole.
Pengukuran arus dilakukan menggunakan sensor arus INA226. Sedangkan
pengukuran tegangan menggunakan ADC ADS1115 dengan tambahan buffer OpAmp LM2902. Hasil pengujian menunjukkan akurasi alat terbatas pada pengukuran
arus sebesar 1,2 mA dengan eror sebesar 6,56% dan pengukuran tegangan pada 12
mV dengan eror 6,48%. Alat mampu mengukur hingga kedalaman 0,52 meter
dengan metode Wenner dan Schlumberger, meskipun hasil pengukuran masih
dipengaruhi oleh self potential dari tanah. Pada metode Dipole-Dipole, alat
memerlukan sumber arus yang lebih besar terutama pada konfigurasi n ? 4. Dengan
biaya pembuatan sebesar Rp724.600, alat ini masih memerlukan beberapa
penyesuaian sebelum dapat dijadikan alternatif dari alat pengukuran resistivitas
komersial.
Perpustakaan Digital ITB