Kebiasaan membaca anak-anak Indonesia masih belum konsisten, dan media
digital terus bersaing keras untuk memperebutkan perhatian mereka. Bahan
bacaan periodik, seperti majalah anak, menjadi salah satu alternatif untuk
membangun kebiasaan membaca yang lebih berkelanjutan melalui konten yang
terbit secara rutin. Formatnya juga memungkinkan konten yang cukup bervariasi,
mencakup fiksi, komik, dan nonfiksi, untuk mengakomodasi selera anak yang
berbeda-beda, bahkan memberi ruang bagi karya anak sendiri untuk ditampilkan.
Namun, penerimaannya di pasar masih belum diketahui.
Secara metodologis, penelitian ini menggabungkan survei awal, Focus Group
Discussion untuk menggali preferensi pengguna, proses pengembangan berbasis
desain untuk membangun prototipe, serta uji penerimaan pasar. Penelitian ini
melibatkan total 97 partisipan, yaitu orang tua, guru, pegiat literasi, dan anak
anak.
Penelitian ini menemukan bahwa daya tarik visual, variasi konten, interaktivitas,
dan relevansi lokal menjadi pendorong keterlibatan yang paling kuat di seluruh
kelompok pengguna. Uji penerimaan pasar secara konsisten menunjukkan hasil
positif, dengan orang tua dan guru menilai prototipe di atas ambang batas
persetujuan pada aspek perceived value, purchase intention, dan willingness to
subscribe. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang kuat dan spontan pada
hampir seluruh bagian prototipe. Mereka juga mengatakan akan
merekomendasikan prototipe ini kepada teman-teman.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa prototipe iterasi pertama telah memenuhi
ambang kelayakan pasar sebagai produk bacaan anak dalam konteks Indonesia.
Dengan mengakui keterbatasannya, termasuk basis partisipan yang diambil secara
purposive dan relatif kecil serta satu iterasi prototipe yang belum disempurnakan,
penelitian ini merekomendasikan pengujian iteratif lebih lanjut, studi longitudinal
terhadap perilaku berlangganan, serta replikasi di wilayah lain sebelum
peluncuran komersial.
Perpustakaan Digital ITB