digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Kebiasaan membaca anak-anak Indonesia masih belum konsisten, dan media digital terus bersaing keras untuk memperebutkan perhatian mereka. Bahan bacaan periodik, seperti majalah anak, menjadi salah satu alternatif untuk membangun kebiasaan membaca yang lebih berkelanjutan melalui konten yang terbit secara rutin. Formatnya juga memungkinkan konten yang cukup bervariasi, mencakup fiksi, komik, dan nonfiksi, untuk mengakomodasi selera anak yang berbeda-beda, bahkan memberi ruang bagi karya anak sendiri untuk ditampilkan. Namun, penerimaannya di pasar masih belum diketahui. Secara metodologis, penelitian ini menggabungkan survei awal, Focus Group Discussion untuk menggali preferensi pengguna, proses pengembangan berbasis desain untuk membangun prototipe, serta uji penerimaan pasar. Penelitian ini melibatkan total 97 partisipan, yaitu orang tua, guru, pegiat literasi, dan anak anak. Penelitian ini menemukan bahwa daya tarik visual, variasi konten, interaktivitas, dan relevansi lokal menjadi pendorong keterlibatan yang paling kuat di seluruh kelompok pengguna. Uji penerimaan pasar secara konsisten menunjukkan hasil positif, dengan orang tua dan guru menilai prototipe di atas ambang batas persetujuan pada aspek perceived value, purchase intention, dan willingness to subscribe. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang kuat dan spontan pada hampir seluruh bagian prototipe. Mereka juga mengatakan akan merekomendasikan prototipe ini kepada teman-teman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prototipe iterasi pertama telah memenuhi ambang kelayakan pasar sebagai produk bacaan anak dalam konteks Indonesia. Dengan mengakui keterbatasannya, termasuk basis partisipan yang diambil secara purposive dan relatif kecil serta satu iterasi prototipe yang belum disempurnakan, penelitian ini merekomendasikan pengujian iteratif lebih lanjut, studi longitudinal terhadap perilaku berlangganan, serta replikasi di wilayah lain sebelum peluncuran komersial.