Prediksi solar irradiance jangka pendek berbasis citra langit menghadapi tantangan
berupa fluktuasi GHI yang tinggi akibat dinamika awan konvektif pada iklim tropis
dan keterbatasan mekanisme fusi satu tahap yang hanya mempelajari interaksi antar
modalitas pada satu titik dalam jaringan. Penelitian ini mengusulkan model Multi-
Stage Cross-Modal Attention Transformer untuk prediksi GHI pada horizon 30
menit, yang mengintegrasikan citra langit dan data deret waktu secara bertahap
melalui mekanisme multi-stage cross-modal attention. Model dikembangkan
menggunakan Informer sebagai time-series encoder dan Vision Transformer
dengan optical flow Farneback sebagai image encoder, dengan penambahan fitur
suhu udara dan kelembaban relatif pada jalur deret waktu.
Dataset bersumber dari PLTS PLN Puslitbang Jakarta mencakup 23.869 citra langit
dari perangkat ASI-16 dan data sensor AWS periode Februari 2023 hingga Januari
2024, menghasilkan 18.699 sequence. Evaluasi menggunakan metrik ME, MAE,
RMSE, NRMSE, dan R² dengan NRMSE sebagai metrik utama. Sebagai
pembanding, dievaluasi Baseline Transformer Multimodal Liu dkk. (2023),
LSTM+CNN, InformerOnly, dan ViTOnly melalui total 28 skenario eksperimen.
Hasil eksperimen menunjukkan bahwa model usulan konfigurasi 4-stage mencapai
NRMSE 10,27%, RMSE 82,31 W/m², dan R² 0,799, melampaui seluruh model
pembanding: Baseline Liu dkk. (2023) dengan NRMSE 10,56%, LSTM+CNN
dengan NRMSE 10,59%, InformerOnly dengan NRMSE 10,37%, dan ViTOnly
dengan NRMSE 18,32%. Peningkatan NRMSE relatif sebesar 2,75% dicapai
dengan inference time 1,19 ms per sampel. Studi sensitivitas (sensitivity analysis)
mengungkap pola U-shape pada kurva NRMSE dengan 4-stage sebagai konfigurasi
optimal. Temuan tambahan menunjukkan bahwa peningkatan resolusi input citra
tidak meningkatkan akurasi namun meningkatkan waktu inferensi secara
signifikan.
Perpustakaan Digital ITB