digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, Kota Makassar mengalami pertumbuhan pesat dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ekspansi ini menuntut penggunaan lahan yang selaras dengan peraturan tata ruang demi menjamin pembangunan kota yang tertib, berkelanjutan, dan berdaya saing. Namun, informasi mengenai pola sebaran spasial UMKM dan kaitannya dengan penggunaan lahan masih terbatas; oleh karena itu, diperlukan studi untuk mengkarakterisasi sebaran ini dalam konteks perencanaan tata ruang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran spasial UMKM serta hubungannya dengan penggunaan lahan di Kota Makassar. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan mencakup UMKM yang telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) melalui mekanisme pernyataan mandiri (self-declaration) dalam sistem Online Single Submission (OSS). Analisis Nearest Neighbor (NNA) digunakan untuk mengidentifikasi pola sebaran spasial, sementara analisis overlay dilakukan untuk mengkaji hubungan antara sebaran UMKM dan pola penggunaan lahan yang ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran spasial UMKM di Kota Makassar mengikuti pola mengelompok (clustered), yang dibuktikan dengan nilai Nearest Neighbor Ratio (NNR) sebesar 0,703815, z-score -8,211130, dan p-value 0,000000. Analisis overlay mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM berlokasi di zona perdagangan dan jasa (2.207 unit usaha), diikuti oleh zona permukiman (2.260 unit) dan zona industri (145 unit). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebaran UMKM cenderung berkembang di kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan budidaya dengan aksesibilitas tinggi dan dukungan infrastruktur yang memadai, selaras dengan fungsi penggunaan lahan yang ditetapkan dalam RTRW Kota Makassar. Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi Pemerintah Kota Makassar terkait pengendalian pemanfaatan ruang, pengembangan UMKM, dan perumusan kebijakan tata ruang yang lebih terintegrasi. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi-studi selanjutnya yang menganalisis sebaran spasial UMKM menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) guna mendukung perencanaan wilayah dan kota.