Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, Kota Makassar
mengalami pertumbuhan pesat dalam sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
(UMKM). Ekspansi ini menuntut penggunaan lahan yang selaras dengan peraturan
tata ruang demi menjamin pembangunan kota yang tertib, berkelanjutan, dan
berdaya saing. Namun, informasi mengenai pola sebaran spasial UMKM dan
kaitannya dengan penggunaan lahan masih terbatas; oleh karena itu, diperlukan
studi untuk mengkarakterisasi sebaran ini dalam konteks perencanaan tata ruang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola sebaran spasial UMKM serta
hubungannya dengan penggunaan lahan di Kota Makassar.
Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis spasial berbasis
Sistem Informasi Geografis (SIG). Data yang digunakan mencakup UMKM yang
telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR)
melalui mekanisme pernyataan mandiri (self-declaration) dalam sistem Online
Single Submission (OSS). Analisis Nearest Neighbor (NNA) digunakan untuk
mengidentifikasi pola sebaran spasial, sementara analisis overlay dilakukan untuk
mengkaji hubungan antara sebaran UMKM dan pola penggunaan lahan yang
ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran spasial UMKM di Kota Makassar
mengikuti pola mengelompok (clustered), yang dibuktikan dengan nilai Nearest
Neighbor Ratio (NNR) sebesar 0,703815, z-score -8,211130, dan p-value 0,000000.
Analisis overlay mengungkapkan bahwa sebagian besar UMKM berlokasi di zona
perdagangan dan jasa (2.207 unit usaha), diikuti oleh zona permukiman (2.260 unit)
dan zona industri (145 unit). Temuan ini mengindikasikan bahwa sebaran UMKM
cenderung berkembang di kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan budidaya
dengan aksesibilitas tinggi dan dukungan infrastruktur yang memadai, selaras
dengan fungsi penggunaan lahan yang ditetapkan dalam RTRW Kota Makassar.
Hasil studi ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi Pemerintah
Kota Makassar terkait pengendalian pemanfaatan ruang, pengembangan UMKM,
dan perumusan kebijakan tata ruang yang lebih terintegrasi. Selain itu, penelitian
ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi studi-studi selanjutnya yang
menganalisis sebaran spasial UMKM menggunakan Sistem Informasi Geografis
(SIG) guna mendukung perencanaan wilayah dan kota.
Perpustakaan Digital ITB