2021_TS_PP_Muhammad Azizi Nun_rev samar nama perusahaan_1-Abstrak.pdf?
PUBLIC Open In Flipbook Yose Ali Rahman
Saat industri konstruksi berjuang selama bertahun-tahun dengan kompetisi, perkembangan,
inovasi, dan peningkatan yang tak terhitung jumlahnya. Sampai pada zaman ini di mana
sebagian besar perusahaan konstruksi menggunakan sistem Informasi dan Teknologi (TI)
untuk mendukung bisnis mereka termasuk proses bisnis mereka. Perusahaan Konstruksi
Swasta Multinasional Indonesia (IMPCC, bukan nama sebenarnya), pemain utama di industri
konstruksi Indonesia juga menggunakan sistem IT untuk menggarisbawahi proses bisnis
IMPCC yang terpusat di 2 Pusat Data (DC) dimana DC mengalami bencana yang merugikan
mereka Banyak pada kuartal ketiga 2019, hal ini mendorong mereka untuk melakukan studi
tentang Disaster Recovery Plan (DRP) untuk menghindari bencana yang sama atau risiko
serupa yang menimpa sistem TI IMPCC.
DRP adalah proses perencanaan, pengembangan, penerapan, dan peningkatan ketersediaan
layanan IT suatu perusahaan untuk memastikan kelangsungannya dengan merencanakan,
mengembangkan, dan mengimplementasikan proses dan prosedur untuk bertahan melalui
ketidakpastian. Proses DRP adalah Business Impact Analysis (BIA) untuk mengidentifikasi
divisi, proses bisnis, Sistem TI yang digunakan oleh mereka, prioritas, dan toleransi kehilangan
data Sistem TI dan waktu gangguan. Kemudian Risk Analysis (RA), mengembangkan strategi
DRP, strategi pengujian dan pelatihan, serta rencana implementasi.
Dari proses analisis yang dilakukan pada penelitian ini, dari 36 ancaman yang teridentifikasi
terdapat 3 ancaman yang mengatasi risiko besar DC A dan DC B berada di satu area lokasi,
yang mengarah pada kesimpulan pemindahan salah satu atau kedua DC tersebut ke area lokasi
yang berbeda.
Perpustakaan Digital ITB