Pesatnya pertumbuhan industri kafe adaptive reuse di Kota Bandung menuntut
pemahaman mendalam mengenai pengalaman ruang pengunjung dalam konteks
bangunan cagar budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi visual
elemen interior khususnya material, warna, dan pencahayaan dan nilai afeksi
positifnya (pleasure dan arousal) pengunjung di Rooftop Coffee 1896. Penelitian
ini menggunakan pendekatan mixed methods desain konvergen paralel yang
berlandaskan kerangka teori Stimulus-Organism-Response (S-O-R). Data
kuantitatif dikumpulkan dari 100 responden melalui survei Semantic Differential,
sementara data kualitatif diperoleh dari observasi dan wawancara mendalam
terhadap 17 informan. Hasil analisis regresi linear berganda membuktikan bahwa
ketiga elemen visual secara simultan berpengaruh signifikan terhadap pleasure
maupun arousal. Secara parsial, pencahayaan terbukti menjadi satu-satunya
prediktor dominan pada kedua dimensi afeksi tersebut, yang juga dikonfirmasi oleh
temuan kualitatif. Kesimpulan utamanya adalah afeksi positif pengunjung terhadap
bangunan ini dapat tercipta melalui sinergi ketiga elemen visual tersebut, dengan
pencahayaan bertindak sebagai katalisator yang mengaktifkan potensi visual dari
material dan warna dalam ruang. Temuan ini memberikan parameter rekomendasi
desain bagi pengelola cagar budaya untuk memprioritaskan strategi pencahayaan
saat mengoptimalkan intervensi interior.
Perpustakaan Digital ITB