Nayra Tsaaqiba Humaira [19022277]
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Abdul Aziz Ariarasa
» Gedung UPT Perpustakaan
Pertumbuhan pesat industri kecantikan Indonesia telah memperketat persaingan antara merek perawatan kulit global dan lokal. Meskipun popularitasnya terus meningkat, merek lokal masih menghadapi tantangan dalam bersaing dengan perusahaan global yang memiliki teknologi canggih, ekuitas merek yang kuat, dan sumber daya pemasaran yang jauh lebih besar. Di sisi lain, pergeseran sosio-politik dan perubahan nilai konsumen, telah mendorong minat yang semakin besar terhadap alternatif lokal. Namun, masih belum jelas karakteristik spesifik apa yang membuat merek perawatan kulit lokal Indonesia dianggap sebagai alternatif yang menarik dan dapat diandalkan dibandingkan dengan merek internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi celah tersebut dengan menganalisis faktor-faktor kunci yang membentuk persepsi konsumen terhadap merek perawatan kulit lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif untuk mengumpulkan data dan menganalisis topik secara deskriptif. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner yang dibagikan kepada konsumen Indonesia yang menggunakan produk perawatan kulit dan dapat menjawab dalam bahasa Inggris. Data kedua dikumpulkan melalui berbagai sumber akademik dan non-akademik. Temuan menunjukkan pergeseran mindset konsumen terhadap merek lokal, di mana merek lokal semakin dianggap efektif dan menawarkan nilai uang yang kuat. Responden memandang citra merek lokal secara positif dan tidak lagi menganggap merek global lebih prestisius. Kemampuan terjangkau, kualitas produk, dan ulasan jujur muncul sebagai faktor utama yang mendorong daya tarik, sementara transparansi bahan, konsistensi, dan uji klinis tetap menjadi hal yang esensial untuk membangun kepercayaan. Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa merek perawatan kulit lokal Indonesia telah menjadi kompetitif dan memiliki potensi yang signifikan untuk memperkuat posisi pasar mereka.
Perpustakaan Digital ITB